Posts

Showing posts from October, 2022

Puisi Request 4

  "Kasmaran"   Mungkin aku dungu dan keras hati Kukira hanya menyukaimu Ternyata aku jatuh cinta Di garis kehidupan ini  Aku tidak menyerah tetapi berserah berharap keajaiban  Dimana jatuh cinta dan tak akan pergi lagi seperti yang berkesudahan  Dan padamu akau jatuh hati berkali-kali Dengan rasa teraneh kualami Beberapa hal kutemui pada dirimu itu aku suka Beberapa hal kumaklumi ketika tau kekuranganmu Aku malah semakin percaya Akhhh Apa-apaan ini? Setengah mati aku mengendalikan diri Saat separuh hidupku tiba-tiba dalam dayamu Kala malam tiba  Kemana perginya kantuk? Hanya dahaga pada rindu dan rakus pada temu Kasmaran bahkan tak kenal lelah Entalah mencintai dalam kasmaran selalu tampak sederhana   Masih terasa manis sisa bincang semalaman  Penuh canda dan cinta  Untaian pujian menghiasi hantaran kasih  Kasmaran yang ditemani sang bintang

Puisi Sayang Diri Sendiri

 "Thanks for Self"   Langkahku begitu berat, Pandanganku terasa kabur, Nafasku sesak. Jiwaku begitu keruh oleh imaji dan realita, Hidup seakan hanya, Membelokkan angan meluruskkan kenyataan, Meniadakan keinginan memunculkan kesedihan. Akhhhh aku kalah... Aku kalah dari peperangan melawan diri sendiri. Rencana rencana yang disusun kini seakan menjadi ranjau yang mudah sekali terpicu meledak lalu menghancurkan mental. Ini gila. Kewarasanku harus kujaga, agar aku tidak mudah terombang ambing oleh gelombangnya realita yang fana.   Sekali lagi kumensugesti diri untuk terus semangat,  Dan yakinkan badai akan segera berlalu. Semangat dan terima kasih untuk diri ini karena terus saja berusaha yang terbaik.  Kalimantan, 08 Oktober 2022 @fafakhafifa  

Sebatas Kisah yang di Rencanakan_Puisi

Tuan... Kau tahu? Apa yang lebih berat dari rindu?. Menunggu. Entah sampai kapan aku terus menunggu tanpa ada kepastian.   Di antara kita terselip Sekumpulan kisah yang hanya di rencanakan. Kau mensketsakan masa depan bersamaku,  Begitu indah...  Namun, kapan? Kapan direalisasikan? Akhhh, tanya kapan realisasi itu terlalu cepat. Harusnya yang ditanyakan dulu; Kenapa tidak saja merajut status? Bukankah sketsa itu bisa diwarnai dengan status yang jelas?  Apa iya kamu hanya menunggu waktunya?. Tuan... Kita tidak menunggu waktu, Tapi waktu yang menunggu kita. Mungkin maknanya kesan memaksa.  Bukan. Aku tidak memaksa, Aku hanya tidak mengerti alurnya yang berkeliaraan, Menjelajahi waktu, demi mencari sebuah jawaban Yang menghantui dalam mimpi dan tidur Menghambatkan untuk bergerak. Apakah aku harus maju tanpa arah? Ataukah mundur teratur?. Kalimantan, 08 Oktober 2022 @fafakhafifa

Literasi Nikmati Prosesnya Bukan Protesnya

     Terkadang proses memang tidak sesuai dengan rencana dan ketepatan waktu pun juga kadang meleset. Fokus dan semangat seakan pudar, pencapaianpun kadang tidak memenuhi harapan. Mau salahkan siapa? diri sendiri? mereka atau dia? Tentu tidak.      Nikmatilah semua prosesnya, mungkin Tuhan berencana mengajarkan kita untuk mengambil hikmah dan pelajaran di balik proses itu, bukan hanya sekedar menikmati hasilnya. Ada nilai-nilai lain yang kita dapatkan dan ada hikmah-hikmah lain yang bisa kita petik untuk di kehidupan selanjutnya. Jangan mengeluh atau putus asa, melihat orang lain sampai di titik yang di inginkan oleh semua orang. Kamu tidak tahu di balik suksesnya, proses mereka seperti apa? Jangan pernah membandingkan pencapaian, kehidupan atau diri kita dengan orang lain, karena itu pertanda kamu kufur terhadap dirimu sendiri hingga kufur dengan Tuhanmu. Gunakanlah pendengaranmu untuk mendengar bagaimana proses mereka sampai ke titik yang di inginkan, jan...