Posts

Showing posts from November, 2022

Puisi Requets

  "Uang"   Kita di jajahi  sebuah kertas Yang ragam warna dan angkanya Yaa itulah uang Yang katanya bukan segalahnya Seng penting bahagia. Namun yang di yakini tak kunjung benar, Yang di benarkan tak kunjung di pakai, Mau berputar atau beredar, Mau sekedar saja atau berdebar-debar, Sampai kau tiba pada sadar. Bahwa, uang adalah segalanya Walau uang tak bisa di bawah sampai alam akhirat, Namun tanpa uang hidup kita seakan terasa setengah sekarat. Kiat mencari uang, Kuat bertahan hidup, Giat meneruskan nyawa. Andai hidup tak melulu uang, Andai uang tak melulu makan, Andai makan tak diteriaki lambung, " Ah mungkin perutku damai tak mengait lapar". Andai Hanya andai Seringnya badai.   " Malam tanpa kabar"   Malam adalah jalan rindu Menuju galau tanpa lika-liku. Meski hujan kerap jatuh membasahi genteng Tetap bertahan dengan rasa tanpa raga Sebab kecemasan yang melanda. Apa kabar gundah? Sunyi yang pekat ini akan tinggal Hingga fajar beranjak, Lengah akan lelap...

Literasi Diri Sendiri

Hai, apa kabar diri sendiri? Hari ini segala sesuatu nggak berjalan baik ya? hemm, nggak apa-apa, kamu sudah mengupayakan yang terbaik. Kamu tetap hebat dan tetap pantas. Karena kamu berharga, ya kamu sudah berharga sejak terlahir ke dunia, sekarang dan sampai kapan pun  itu akan selalu begitu. Kamu berhak kok, merasa nggak baik-baik aja, sama seperti tertawa saat bahagia, kamu pun boleh menangis saat terluka, percaya deh "this too shall pass".  Kamu berhak istirahat kalau capek, kamu berhak menolak kalau memang nggak bisa, kamu juga berhak minta bantuan kalau memang nggak sanggup Nggak apa-apa kok, kalau sekarang kamu belum bisa punya pencapaian seperti orang-orang lainnya. Toh tiap orang punya timelinenya masing- masing, yok fokus sama proses kamu saja. Dan hidup ini terlalu singkat untuk selalu berusaha untuk memuaskan semua orang.  Kamu juga berhak bahagia, sama seperti seluruh manusia di dunia. Terima kasih ya karena sudah tetap bertahan dan masih mau melangkah sejau...