Puisi Requets

 "Uang"
 
Kita di jajahi  sebuah kertas
Yang ragam warna dan angkanya
Yaa itulah uang
Yang katanya bukan segalahnya
Seng penting bahagia.

Namun yang di yakini tak kunjung benar,
Yang di benarkan tak kunjung di pakai,
Mau berputar atau beredar,
Mau sekedar saja atau berdebar-debar,
Sampai kau tiba pada sadar.
Bahwa, uang adalah segalanya
Walau uang tak bisa di bawah sampai alam akhirat,
Namun tanpa uang hidup kita seakan terasa setengah sekarat.

Kiat mencari uang,
Kuat bertahan hidup,
Giat meneruskan nyawa.

Andai hidup tak melulu uang,
Andai uang tak melulu makan,
Andai makan tak diteriaki lambung,
" Ah mungkin perutku damai tak mengait lapar".
Andai
Hanya andai
Seringnya badai.
 

" Malam tanpa kabar"
 
Malam adalah jalan rindu
Menuju galau tanpa lika-liku.
Meski hujan kerap jatuh membasahi genteng
Tetap bertahan dengan rasa tanpa raga
Sebab kecemasan yang melanda.

Apa kabar gundah?

Sunyi yang pekat ini akan tinggal
Hingga fajar beranjak,
Lengah akan lelap,
Mimpi teriring tanpa sapa kabar
Yang dulunya menjadi rutinitas
Kini hanya utilitas.

Ada dingin yang menyeruak di kalbu,
Ketika secebik kabar tak kudengar lagi darimu
Dan kini menanti temu yang semu.

Mungkinkah malam ini 
Aku terjaga kembali?
Seperti rembulan yang kesepian tanpa bintang
Berharap pada angin
Mengantarkan kabar yang semestinya kau hadir disini.
 

"Senja dan Pagi"
 
Esok atau hari ini
Sehari atau setahun lagi
Yang akan terjadi pastilah terjadi.

Hidup ini pengulangan masa
Manusia saja yang kadang tak merasa
Bahwa hari ini atau beberapa abad lagi
Semua adalah tentang pagi yang beku
Dan senja yang tak mengerti sendu.

Senja tak benci malam 
Bintang tak dendam pagi
Sebab tenggelam bukanlah pergi
Dan sebagai cahaya
Punya kerelaan sendiri.

Banyak jiwa yang menaruh harap pada pagi
Ada hidup yang harus di perjuangkan 
Ada cinta yang tak terbalas
Dan asa sisa rindu di sudut hati.

Sementara senja
Laksana
Wajah-wajah mengering di tinggal kerinduan,
Melahirkan kesunyian
Ingatan tentang keseluruhannya merona
Manakala cinta telah direnggut malam
Terlukis kisah yang kelam
 
Yogyakarta

@fafakhafifa

Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian