Dongeng Istri yang merubah wujud menjadi siluman ular
"Istri yang merubah wujud menjadi siluman ular"
Dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang bahagia. Si istri bernama Gina dan suami bernama Guna. Hari- hari mereka menjalin hubungan yang bahagia dan romantis, dikarenakan umur pernikahan mereka masih seumur jagung.
Gina dan Guna tinggal bareng bersama keluarganya Guna yang terdiri dari ayah, ibu dan adik perempuan Guna. Keluarganya sangat ramah dan baik hati, mereka juga sangat menyayangi menantunya Gina, hingga membuat Gina merasa bersyukur memiliki keluarga barunya, bagaimanapun sebelumnya Gina hanyalah sebatang kara.
Hari- hari berlalu Gina pun akhirnya mengandung buah hati pertama mereka. Keluarga sangat antusias menyambut kehamilan dari Gina, semua memperhatikan dan menuruti apa keinginan dari Gina, demikian juga sang suami. Singkat cerita, waktunya ngidam pun tiba dimana Gina menginginkan makan ikan yang ada di danau dan yang menangkap adalah harus suaminya sendiri. Guna memenuhi keinginan istrinya dia berangkat ke danau dengan membawa peralatan memancing.
Setibanya di danau ia mengeluarkan peralatan mancingnya dengan duduk di atas batu sambil melemparkan umpan. Namun lama dia menunggu tidak ada satupun ikan yang ia dapat padahal hari sebentar lagi sore. Ia sangat frustasi karena tidak sanggup memenuhi keinginan istrinya yang tengah ngidam di rumah, akhirnya iapun memutuskan untuk pulang dengan raut wajahnya yang sedih.
Di perjalanan pulang ia melewati sebuah hutan, ia melihat sebuah ular yang hampir mati karena bertarung dengan hewan buas lainya. Muncul ide gila di otaknya untuk membawa ular itu ke rumah, Tanpa pikir panjang iapun membunuh ular yang tengah sekarat itu, setelah mati ia pun membakarnya dan memisahkan kepala dari tubunya dan tak lupa pula ia mengupas kulitnya.
Tibanya di rumah dilihat istrinya masih tidur, Guna pun membakar kembali ular yang ia dapat hingga matang, setelah selesai ia membangunkan istrinya untuk makan. Istrinya makan apa yang di dihidangkan suaminya yang tercinta, karena merasa enak dengan hidangan suaminya, si istri meminta suaminya untuk menghabiskan ular yang disangka belut tadi. Si suami mengiyakannya dan memilih meninggalkan istrinya yang lagi makan di dapur.
Selesai makan si istri merasakan ngantuk yang luar biasa dan ia pun memutuskan untuk tidur kembali hingga malam.
Tiba waktunya makan malam semua keluarga sudah berkumpul untuk menyantap makan malam, tinggal si menantu di rumah itu yang belum datang dan masih berada di dalam kamarnya dan untuk putra mereka sendiri si Gunawan masih belum pulang karena ada urusan di luar rumah. Terdengar suara ayah mertua memanggil menantunya
"mai ge wote mai hang (mari menantu mari makan)" Bahasa Manggarai NTT
si menantu yang yang masih mendengar panggilan mertuannya menjawab dengan sebuah alunan lagu
"hang-hang kin hau amang aku toko ke deng mantit tuna lau wae mantit rukus lau tacik (makan-makan kau saja ayah (mertua) aku tidur sebentar, kirain belut yang ada di danau atau kepiting yang ada di laut)". Bahasa Manggarai
ternyata di dalam kamar si menantu kakinya hingga pinggang sudah di satukan menjadi ekor ular.
Ibu mertuanya juga ikut memanggil seperti yang dilakukan suaminya
"mai ge wote mai hang (mari menantu mari makan)"
jawaban masih sama pula yang di berikan oleh menantunya
"hang-hang kin hau inang aku toko ke deng mantit tuna lau wae mantit rukus lau tacik (makan-makan kau saja ibu (mertua) aku tidur sebentar, kirain belut yang ada di danau atau kepiting yang ada di laut)"
dan tubuh menantunya hampir sepenuhnya menjadi ular
Si Ayah mertuapun bingung maksud dari lagu menantunya itu, ia menyuruh anak perempuannya pergi kedalam kamar untuk memanggilnya.
Tiba di kamar si Ipar merasa terkejut bahkan takut, seketika ia berteriak histeris dan menangis
Dan saat itu juga si suami telah pulang dan berlari ke kamar melihat apa yang terjadi, ia mengingat kembali apa yang ia berikan kepada istrinya, hingga menyebabkab istrinya menjadi ular. Ia menyesal apa yang ia lakukan terhadap istrinya
Itulah penyesalan selalu datang di akhir, berhati-hatilah dalam bertindak dan mengambil keputusan. Setelah semua tubuhnya menjadi ular namun kepala masih utuh bentuk manusia, ia pun berlari ke hutan dekat rumahnya. Setelah apa yang terjadi si suami menceritakan kejadian sebenarnya ke orang tuanya, mereka yang mendengarnya sangat marah dan kecewa pada anak mereka.
Pesan singkat dari penulis
Kejujuran dalam rumah tangga itu sangat penting dan sebelum bertindak harus berpikir matang-matang karena penyesalan selalu datangnya di akhir
Dan untuk istri jangan menuntut lebih pada suami dan penting disaat ngidam jangan mintah yang aneh-aneh
suamipun juga begitu jangan melakukan hal yang aneh disaat istrinya ngidam
hehehehe macam author udah nikah aja ni wkwkwkw
@fafakhafifa
Comments