Kumpulan Sajak Sajak Kronis


__Malam rasanya hanya kakuan.
Angin telah jadi semati tugu.
Bulan tergulung asap kerinduan.
Merangkak pelan dari ujung Sukma.
Gelap dan itu saja yang ada disini. 
Hujan mulai mengetuk pintu rumah. 
Dan kata-kata jatuh begitu saja.
Barangkali kebahagiaan persinggahan yang sebentar 
Berjalan dari satu kehampaan ke kehampaan yang lain.

 
__Seperti nya memang hanya gelap yang mampu melukiskan malam
Disertai hawa dingin, sebagai pemanis ranumnya semesta, 
Membalur sendi sendi suka atau nestapa 
Mengistirahatkan sebagian jiwa yang mabuk asmara 
" tuk tak lupa atas nikmat-Nya yang nyata"
Selamat malam

 
__Hujan adalah kenangan yang teramat getir 
Bukan syahdu tapi pilu bercampur sendu
 Menjelmah puisi yang paling rintih
 Mengeja setiap rintik yang mengantarkan bait bait pilu 
Sampai pun dingin menjamah raga 
Dingin pelan pelan meningkat, semakin tinggi, semakin pekat 
Kemudian hanyut memunguti masa lalu
Menanam rindu yang bersarang

 
__Akhir-akhir ini, kenapa mesti malam yang menjamah halu? 
Kenapa sunyi lebih ramai dari pekik manusia?
Kenapa hujan lebih sering kunjungi bumi,
Abu-abu lebih indah dari awan biru,
Senja tak lagi jingga namun kelabu.
 
Linglung asaku menggulung segala harap,
Akan hadir dirimu di langit langit kamar yang kupandang
Hingga resah pun kembali menyapa pikiran
Ahhh,,,pikiran ini sungguh licik
Terus mengingat mu
Sedang tak sadar diri
Bahwa rasa ini tak akan terbalas jua,
Betapa indahnya menghalu sembari menunggu waktu ngantuk
 
نير خفيفة

@fafakhafifa





Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian