Literasi Kisah yang Belum Usai

     1

Hujan 


Hujan....
Masih tentang hujan
Bukan karena musimnya yang berkepanjangan
Bukan karena kemarau yang pasrah mengalah

Tapi karena harapan ini masih tumbuh
Sebab hujanlah yang menyiramnya

Tumbuh kemudian patah...

Kamu hadir menanamnya untuk tumbuh
Lalu kamu  mematahkan dengan cara menghilang

Kamu lupa, harapan yang kamu tanam telah tumbuh, perlahan lahan ia tumbuh di cakrawala aksara, namun belum sampai mekar dia sudah dipatahkan

Entah kamu rencanakan atau ketidaksengajaanmu , kamu mematahkan, dengan cara  menghilang.

Harap ini masih menunggu kamu kembali, untuk merawatnya puan.

Lama rasa di hati untuk penantian ini.

Sudahkah kamu menemukan lahan baru untuk kamu tanam lagi ?

Tidakkah  sepadan  harapku dan harapmu ?

Jika kamu hanya ingin mencoba  menanamnya kemarin, Kenapa kamu memujinya?, 
Kenapa tidak saja kamu katakan pada harapan ini, bukan ini yang kamu cari?.

Berilah satu kata, agar hati ini mengeras dan tidak tumbuh lagi harapan baru.

Biarkan dia akan mengeras  sampai lapuk dimakan waktu.




     2

Rindu yang menepi


Merindulah
Sebab rindu  punya Negara dan Undang-undang sendiri, juga punya batas kedaulatannya sendiri. 

Tak ada yang punya hak sedikit pun mengintervensi
Karena rindu adalah sebuah Negeri yang merdeka dan berdiri atas hak-hak setiap hati. 

Jangan mencelahnya!!!
Dia tidak minta dilahirkan
Pun tidak minta empuhnya hati berkorban 

Dia hanya berharap
Pada hati yang lain
Ada dirinnya 

Sederhana itu kah inginnya? 

Semakin kugali rindu ini,
Semakin dalam lubang luka yang tercipta.

Hingga akhirnya
Nalarku bertanya

"Kenapa harus kamu?
Dan kenapa harus dia? 

Bukankah kamu bisa memilih?
Bukankah  dia bisa tidak dipilih? 

Mengapa mesti rumit?
Inginnya hanya sederhana. 

Hadirnya hanya sepihak
Kenapa tidak utuh? 

Sadar...
Dia hanya ilusi yang kamu ciptakan." 

Aksaraku termenung dalam kebingungan
"Haruskah ku menepi? 
Atau perlukah aku berlayar lagi? 

Tidak....Tidak.
Menepi? Aku belum siap
Berlayar? Aku sudah lelah." 

Dan
Pada akhirnya kesepianku 
Memaksa untuk menepi tapi tidak berlayar lagi. 

Lalu  menunggu ada yang datang mengetok pintu
Barangkali membawa kabar gembira.

@fafakhafifa


Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian