Literasi~"Kita Memang BEDA dan nggak Mungkin bersama"

__Tidak ada yang lebih sakit dari  kisah di bulan juni.
Berawal dari kisah di bulan april, yang pintu hatinya dibuka karena kenyamanan yang datang, dan memilih jatuh cinta kembali.

Dia datang membawa jutaan  kasih dan sayang
Dan aku membuka pintu menyambutnya namun kami BEDA, bukan karena kasta atau perasaannya, tapi imannya. 

Katanya cinta tidak pernah salah
Tapi saat cinta itu datang dengan  sejuta perbedaan
Apa yang bisa diperbuat?

Banyak yang bilang, kalau perbedaan itu akan melengkapi sebuah hubungan
Lantas bagaimana dengan iman kita yang tetap kuat satu sama yang lain?

Pada suatu malam, kala gelap semakin pekat aku dan dia ngobrol panjang, hingga dilema datang menyiksa saat dia mengatakan unek-unek yang tersimpan di hatinya. sesekali ia bertanya;
"Duhai kasih, mana yang kamu pilih,
milih jalan tengah, sama-sama keluar dari keyakinan kita kemudian kita bersama?
atau mengganti cinta, dan pisah bersamaku"

Pilihan itu sulit ku pilih, 
dilema yang menyiksa sampai batin menangis dirundung pilu

Belum sempat ku jawab...
Satu kata kembali keluar dari dua buah bibirnya yang manis 
"Aku tidak mau mengambil kamu dari Tuhan mu"
bagai tersambar petir di siang bolong, kata itu seakan beribu panah yang menusuk hati.
Aku tidak mengerti mengapa Tuhan menciptakan sebuah rasa. Rasa dalam satu cinta namun beda keyakinan.
 
Bolehkan aku egois?
Meminta sama Tuhanku, minta dia seiman denganku agar kami bersama
Tapi tingkat kewarasanku menolak,
Dia  saja tidak sampai hati mengambilku dari Tuhanku, 
Mana bisa aku setega itu melakukannya.

Sejujurnya, tak pernah terlintas sedikit pun dalam benak untuk melepaskan, apalagi melupakan. 
Itu konyol.
Namun pada akhirnya dunia tidak berpihak aku ikhlas. Walau tak seutuhnya ikhlas, Karena aku sadar, kita diluar kendali atas hati

Mungkin nantinya aku
Mencintainya dari jeda dan jarak yang terjangkau
Merindukannya dari sudut tak terpantau
Merelakannya dari ikhlas tak tergurau
Mendoakan kebahagiaannya dari relung tak lagi galau.


Yogyakarta, 29 Juni 2022

@fafakhafifa

Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian