Posts

Showing posts from August, 2022

Agustus_Puisi

Rupanya Agustus masih menggantung dimatamu, Bahkan kau rangkai menjadi simpul mati. Bagaimana dengan September? Sementara, rindu di bulan Agustus belum terjeda. Akankah berlanjut di September?  Rasanya Agustus terasa berjalan terlalu tergesa? September segara datang menyapa.   Tuan... Agustus yang kau utus akan pergi dengan rindu yang telah pupus September yang kau nanti akan hadir dengan cinta yang tak akan mati Lalu bulan-bulan nostalgia setelahnya akan hadirkan bahagia Yang tak hanya sebatas utopia semata Karena aku tak ingin menjadi sejarah bagimu Yang hanya kan kau kenang Di saat angin di bulan September datang Kuingin ada di setiap helaan waktumu Kuingin hadir disetiap derai tawa dan urai tangismu Dengan senyum yang sumringan Rasa syukur merambah jiwa,  Mari berjalan bersama tanpa lelah    Kalimantan, 31 Agustus 2022  @fafakhafifa

Literasi~"Persinggahan yang ada hikmahnya"

Dalam perjalanan hidup, akan selalu ada orang yang datang dan pergi. Akan selalu ada orang-orang yang menjadi penolong, dan ada pula orang-orang  yang akan menjadi penghalang. Ada yang tinggal untuk waktu yang lama, ada pula yang hanya singgah sementara waktu. Mereka semua dapat pergi dengan alasanya masing-masing. Dan nyatanya, memang benar TIDAK ADA yang AKAN SELAMANYA BERSAMA kita. Tapi apapun itu jangan jadikan itu semua membuatmu sedih untuk waktu yang lama. Bersyukurlah untuk pertemuan kalian, bersyukur karena dia sempat mampir dan  membuat kamu bahagia. Ketika orang itu akhirnya harus pergi, kamu bukan telah membuang-buang waktumu sewaktu masih sama dia. Akan selalu ada alasan untuk kehadirannya. Dan setiap alasan pasti selalu mengajarkan sesuatu, yaa mungkin setidaknya kita semakin mengenal diri sendiri   Tidak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup ini. Semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Seringkali kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang tepat di...

Kumpulan Puisi Tentang Rindu

  " Rindu" Aku hanyalah seuntaian  kata yang tak mampu terucap, Syair indah sudah mati di telan pilu, Bila dirimu yang kudoakan menemani, Tapi tak jua mengamini. Dalam sepi aku terpaku, Menunggu waktu berlalu, Menghipnotis diri, menyulam rindu. Aku menaungi rindu dengan potretmu, Dan doa-doa mengadu menurunkan rintik asa untuk dipertemukan lagi.   Aku hanya pemimpi yang resah dan gelisah, Ketika mimpi untuk bertemu menjerat jiwa menutup asa. Kumimpikan untuk bertemu walau kadang menanti itu jenuh.   Rasakanlah resahku, Yang baik-baik merindukanmu, Tapi ketidakberdayaan dan waktu bersekongkol menzalimi aku.   Rindu ini adalah jeda, Saat dimana kita tak saling jumpa, Saat kesetiaan mulai diuji, Bersama godaan yang datang menyapa, Mencoba runtuhkan ketegangan hati, Walau terkadang hadir rasa ingin mendua, Masih kucoba tuk setia, Dalam setiap doa kuselipkan sebuah nama, Kuukir sebuah harapan.   Masa itu akan datang, Dimana tak ada lagi penghalang, Tak ada lagi ...