Kumpulan Puisi Tentang Rindu
" Rindu"
Aku hanyalah seuntaian kata yang tak mampu terucap,
Syair indah sudah mati di telan pilu,
Bila dirimu yang kudoakan menemani,
Tapi tak jua mengamini.
Dalam sepi aku terpaku,
Menunggu waktu berlalu,
Menghipnotis diri, menyulam rindu.
Aku menaungi rindu dengan potretmu,
Dan doa-doa mengadu menurunkan rintik asa untuk dipertemukan lagi.
Aku hanya pemimpi yang resah dan gelisah,
Ketika mimpi untuk bertemu menjerat jiwa menutup asa.
Kumimpikan untuk bertemu walau kadang menanti itu jenuh.
Rasakanlah resahku,
Yang baik-baik merindukanmu,
Tapi ketidakberdayaan dan waktu bersekongkol menzalimi aku.
Rindu ini adalah jeda,
Saat dimana kita tak saling jumpa,
Saat kesetiaan mulai diuji,
Bersama godaan yang datang menyapa,
Mencoba runtuhkan ketegangan hati,
Walau terkadang hadir rasa ingin mendua,
Masih kucoba tuk setia,
Dalam setiap doa kuselipkan sebuah nama,
Kuukir sebuah harapan.
Masa itu akan datang,
Dimana tak ada lagi penghalang,
Tak ada lagi misteri yang mendekap,
Menutup dan menyiksa hasrat hati untuk bersamamu.
Kalimantan, 27 Agustus 2022
"Secuil harapan"
Sebaik-baiknya sepi
Adalah tertidur di dalam rindu,
Merenda mimpi, mengasuh kenangan
Yang pernah kita lewatkan
Lalu melukisnya di jendela pagi.
Kekasih,,,
Dalam senyap pagi namamu berdenging,
Memekik rindu di kepalaku,
Tubuh ini demam menggigilkan rindu.
Rindu yang tersandera jarak,
Tak pupus pun tak putus,
Ia kan selalu tumbuh subur.
Bagaimana tak subur?
Sementara pupuknya adalah harapan ingin temu.
Di balik ruang tunggu,
Badan yang sedang terpaku untuk menunggu.
Kusebarkan partikel-partikel rindu di udara,
Dengan harapan terbesar kau mampu merasakannya walau hanya secuil yang tersisa.
"Rindu"
Di lepaskan waktu,
Rindu menyeruak.
Meski malah sepenuhnya pekat,
Dan doa doa tercekat,
Didekap, pelukan tererat.
Sementara kegelisahan meningkat,
Berdetak di hati yang jauh,
Begitulah cinta.
Tak ada yang benar benar hening,
Sekalipun malam telah sampai di penghujungnya,
Bila rindu belum jua sampai padanya.
Mari bertemu dengannya di dalam mimpi,
Karena sesungguhnya kalian terlalu jauh.
Di sisi kehidupan yang penuh misteri,
Dimana segalanya terkadang hanya dapat di akses oleh seutas benang benang mimpi.
"Prajurit Merindu"
Disinilah
Dimana aku melaksanakan tugas
Yang di embankan negara
Negara ku nomor satukan
Keluarga ku nomor duakan
Bukan karena aku tidak menyayangi mereka
Tapi karena sumpah setia
Telah aku ikrarkan untuk negara
Maka dari itu
Sebagai seorang kesatria sejati
Menepati janjinya
Namun...
Di kala gelap telah datang
Hati ini mulai resah
Jiwa terasa gelisah
Teringat akan seraut
Wajah mereka
Bukan jarak yang dekat
Ketika rindu yang semakin melekat dan menyayat
Bukan waktu yang selalu luang
Ketika rindu ingin bertemu
Bapak dan Ibu
Bersabarlah
Hanya doa yang kita lakukan kepada Tuhan
Agar kita disatukan dalam kebahagian
"Kopi Merindu"
Pagi telah tiba, kopi semakin dingin
Namun perasaan semakin hangat mengidungkanmu
Abu-abu di antara putih dan legam berbaur sehabis temaram malam
Siapakah engkau Tuan?
Menebar rindu saat embun pagi telah jatuh
Seperti meminum kopi tanpa gula
Pahit berjejal di ampas sepi
Coba samarkan perlahan bagi pudar segala sesap
Namun perasaan semakin hangat mengidungkanmu
Abu-abu di antara putih dan legam berbaur sehabis temaram malam
Siapakah engkau Tuan?
Menebar rindu saat embun pagi telah jatuh
Seperti meminum kopi tanpa gula
Pahit berjejal di ampas sepi
Coba samarkan perlahan bagi pudar segala sesap
Akhhhh
Entah diperbudak puisi
Atau mencandu kopi
Yang jelas semua itu membawa anganku
Untuk ingin bersamamu Tuan
Lagi dan lagi aku tersadar
Saatnya nanti semua berakhir menjadi ampas
Seseorang dengan polos bertanya-tanya
Tentang bagaimana nasib kopi yang getir mampu bertahan dalam cangkir
Yang mana itu tak sedalam rindu yang tak bertuan
"Tersandera jarak"
Dilepas waktu
Rindu menyeruak
Meski malam sepenuhnya pekat
Dan doa-doa tercekat
Ingin didekap, pelukan tererat
Sementara kegelisahan meningkat
Berdetak di hati yang jauh,
Begitulah cinta.
Tak ada yang benar-benar hening
Sekalipun malam telah sampai di penghujungnya,
Bila rindu belum jua sampai padanya.
Silahkan bertemu denganya di dalam mimpi,
Karena sesungguhnya kalian terlalu jauh
Di sisi kehidupan yang penuh misteri,
Dimana segalanya terkadang hanya dapat diakses
Oleh seutas benang-benang mimpi.
@fafakhafifa
Comments