Agustus_Puisi
Rupanya Agustus masih menggantung dimatamu,
Bahkan kau rangkai menjadi simpul mati.
Bagaimana dengan September?
Sementara, rindu di bulan Agustus belum terjeda.
Akankah berlanjut di September?
Rasanya Agustus terasa berjalan terlalu tergesa?
September segara datang menyapa.
Tuan...
Agustus yang kau utus akan pergi dengan rindu yang telah pupus
September yang kau nanti akan hadir dengan cinta yang tak akan mati
Lalu bulan-bulan nostalgia setelahnya akan hadirkan bahagia
Yang tak hanya sebatas utopia semata
Karena aku tak ingin menjadi sejarah bagimu
Yang hanya kan kau kenang
Di saat angin di bulan September datang
Kuingin ada di setiap helaan waktumu
Kuingin hadir disetiap derai tawa dan urai tangismu
Dengan senyum yang sumringan
Rasa syukur merambah jiwa, Mari berjalan bersama tanpa lelah
Kalimantan, 31 Agustus 2022
@fafakhafifa
Comments