Puisi Pengkhianatan
"Pengkhianatan"
Jarum waktu berjalan lambat,
Menunjuk satu detik penyesalanku.
Mengalirkan bau busuk nanah dari sebuah kedustaan.
Tertampar oleh penyesalan
Tertusuk oleh pengkhianatan.
Aku tak pernah takut
Pada kehilangan,
Namun kurisau
Pada getirnya sebuah kebohongan.
Kebohongan akan melahirkan pengkhianatan
Dan pengkhianatan akan tetap menumbuhkan luka,
Walaupun lahir dari sucinya cinta.
Meski sebenarnya
Kau adalah karya indah yang diberikan oleh Tuhan,
Kau yang membuat penaku dipenuhi kehangatan.
Kembalilah dengannya
Aku tak akan terluka
Sebab bagiku
Kaulah puisi pengkhianatan paling manis yang pernah aku buat.
Merenungku hampir gila
Ingatku,
Setengah sadar
Semua kuputuskan dengan ego dulu.
@fafakhafifa
Yogyakarta, 03 Januari 2023
Comments