Marilah duduk dulu, biarku dengar isi hatimu
Dear readers....
Ingin banget mengeluh namun jika dipir-pikir lagi sepertinya hanya buang-buang waktu, sekarang saja telinga sudah penuh untuk sekedar mendengar setiap keluhan, pikiranpun bingung keluhan mana lagi yang mesti di susun kata-katanya, baiknya ternyata pendam saja ya, terus bilang sama dirinya sendiri "oh gini yah, yaudah deh". Rasanya berat yah....
Yaudah baca puisi ini aja, barangkali bisa terlampiaskan keluhannya.
"Raga"
Waktu menjulur menjalar liar
Menggilas tanpa belas
Mengangkangi setiap tubuh yang rubuh kelelahan
Raga penuh peluh
Menompang alam pikir bergemuruh
Menggelegar tawa riang, hidup begitu angkuh
Menggilas tanpa belas
Mengangkangi setiap tubuh yang rubuh kelelahan
Raga penuh peluh
Menompang alam pikir bergemuruh
Menggelegar tawa riang, hidup begitu angkuh
Aku dihadapakan pada rentetan peristiwa-peristiwa katastrofi distopia berujung trauma
Belajar satu demi satu pada satu tahap keikhlasan yang lebih tinggi.
Di tengah jiwa ringkih rapuh
Meski dihantam kepekatan yang kian menyiksa
Menengadah pasrah dalam hidup yang entah walau bagaimanapun, bersabarlah!.
Ada mumet yang dipenuhi dalam kepala
Yang ditahan-tahan supaya jangan pecah
Pikiran gaduh tentang tanya yang belum terjawab
Berdasarkan ingatan masa lalu yang tak terkendalikan
Kurang percaya, rasa tak terima dan sakit hati
Semua berkompromi
Kontra dengan pikiran
Seolah merusak skenario masa depan
Optimisme pengharapan kembali redup
Benih pesimis mulai berkecambah
Sungguh aku lelah!
Namun tetap kuucapkan terima kasih pada malam yang telah menemani
Benak pikiran yang tak luput dari prasangka riuh hingga menjelang pagi beradu argumentasi selepas hari
Terkadang cemas pun datang bawakan sembilu tak menentu,
Hingga kujumpa diri ini kalut dalam ketakutan
Tersiksa oleh pikiran-pikiran sendiri
Dan menangisi hal-hal yang belum tentu terjadi ....
Seberat itukah jadi makhluk paling perasa di muka bumi ini.
"Capek"
Ada jiwa yang bersedih
Diatas tanah ia membunuh letih
Diatas tanah ia membunuh letih
Dalam semangat yang masih mendidih
Walau di bayar dengan rasa perih
Mungkin inikah yang dinamakan manusia
Kisahnya berjuta rasa, dari rasa bahagia ke rasa pelik
Ahhh.... sepertinya capek jadi manusia....
Terkadang harus bisa mengasihi hingga tepi
Walau tanpa ujung titik temu,
Merepotkan saja, dasar manusia....
Tapi...
Tetaplah semangat manusia
Di setiap tetes keringatmu yang lelah
Semoga selalu membawah berkah
Seperti udara yang melimpah.
_Fafakhafifa
Comments