Kumpulan beberapa puisi kesadaran dan kepekaan

  
"Usia Tuaku"
 
Pabila usia tuaku tiba, 
Kelak suatu masa tongkat menjadi tumpuan.
Menembang lelakon lama
Lalu tersenyum mengingat bayangan lalu yang rambut masih hitam warnanya, sampai pun alis dan bulu mata.
Yang tertinggal hanya ingatan masa lalu,
Seketika bibirku bergetar menyebutkan namamu,
Bagai Ayat kitab suci, tak sembarang terucap.
 
Namun kala itu yang empunya nama entah di mana
Apakah lagi bersenandung dengan lagu lama, duduk bungkuk atas kursi rotan
Ataukah sedang meminang cucu, mungkin pula telah lama
Aman berbaring dalam tilam penghabisan.
 
Dan pabila giliran ku tiba terlentang dengan kedua belah tangan melipat
Sebelum sang maut menjemput
Sekali lagi namamu ku sebut dalam diam. Mati
 
نر حفيفة
 
 
"Akhir Tahun"
 
Tutup lembaran lama buka lembaran baru
Katanya
Tutup kisah lama merajut kisah baru
Katanya
 
Namun tidak denganku
Kisah lama bertali di masa baru
Mungkin bagimu mudah melarutkan luka pada air laut yang asin
Mudah mereboisasi daun yang nantinya menyelimuti ranting yang dianggap bagian dari pohon
Namun pada akhirnya ranting itu ingin roboh dari pohon
 
Kamu mungkin tidak kecewa,
Tapi aku tidak demikian
 
Aku mungkin bukanlah sebuah padi
Yang nantinya dipanen dalam sebuah kisah
Namun yakinlah
Aku adalah bibit dari padi tersebut
Yang nantinya akan selalu ingat
Serangga mana yang merusak,
Dan rakus menikmati padinya yang hulu
 
نر حفيفة
 
 
" Seberapa Sadarkah kita?"
 
Diri Ini
Adalah sesuatu yang engkau jaga
Adalah seseorang yang engkau cintai dan sayangi sepenuhnya,
Adalah diri ini....

Tidak akan ada yang sukarelawan 
Diri mereka ikut merasakan apa yang tengah engkau rasakan 
Diri ini tidak akan pernah meninggalkan 
Disaat engkau merasa sedih hingga di situasi sulit pun
 
Diri ini akan menemanimu sampai engkau menutup mata dan
menghembuskan nafas terakhir 
Diri ini akan ada padamu
 
Sadarlah.....
Apa saja yang telah engkau korbankan untuk diri ini??
Engkau hanya bisa menuntut dan menuntutnya.
 
Minta maaflah karena sudah terlalu menyiksa  diri ini melakukan banyak hal
Menyiksa diri ini dengan perasaan tak bersahabat 
Menekan diri ini dengan segala usaha tanpa istirahat
 
Engkau mengejar cinta yang lain 
Sampai lupa cintamu yang sebenarnya yaitu diri ini
Engkau mengabaikan diri ini
Demi mengejar kepuasan mereka
 
Apa yang engkau dapatkan?
Harta, pujian atau disegani?
Mungkin saja.
Apakah itu menjamin kebahagian untuk dirimu puan?
 
نر حفيفة
 
 
"Sebait harapan"
 
Dari balik tabir lintang
Pendar rasa harapku menembus langit
Dengan senang hati kutinggalkan keraguan dunia
Tanpa menanti bulir petang yang kedap entah menjelma apa
 
Kini gelap temaram,
dan kita masih saja terdiam.
Menghitung waktu yang terlewat.
Menatap malam yang sekarat
Aku terlalu berharap lebih,ucapku
Sejenak angin berhenti bertiup
kini harapan perlahan menepi dan terdiam.
 
نر حفيفة
 
 
 "Malam Bersajak"
 
Aku ajak malam bersajak
Perihal perjuangan mu yang nyata
 
Kau kepakkan sayapmu 
Untuk aku terbang
Mengejar mimpi 
Meraung kehidupan
Adakah pendar niat buruk
Menyangkal ketulusan
Sedang binar keadilan berdiri tegak
Pada barisan haknya
 
Aku tidak peduli
Gonggongan mereka yang mengusik mu
Harapku
Jangan peduli anjing menggonggong
Dan jangan pelihara anjing yang dasarnya memang liar
 
Terimakasih telah mengajarkan aku
Baik dan buruknya kehidupan
 
 
 "Serakah"
 
Tidaklah gagah
Hiu serakah
Dengan  mulut berlumur darah saudaranya
Teri kecil, kerdil tubuh  membelah laut
Merapal  ribuan ombak tanpa takut
Nyali badai memilih didih dalam kuali adalah takdir
Indah harta di dunia laut
Memasung akal untuk serakah
Perlahan moral ikut punah
Dibuai oleh nikmatnya fatamorgana

Mereka tengah sibuk
Mengejar teri kecil
Dari atas mariam bajak laut sudah siaga
Lihat!!!
Apakah akan mengapung atau tidak?
Nafsulah pergerakannya
Mereka serakah
Tidakkah mereka merasa lelah dan tersiksa?
Memang akhirnya akan bagaimana?
Bukankah akan hampa?
Air mata darah mengalir dari hati teri kecil
Di lawan di anggap salah
Tapi diam terus saja dijarah, dijajah dan di paksa kalah
Ohhh pahit memang



@fafakhafifa
 
 
نر حفيفة
 
 
 @fafakhafifa

Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian