Cerita fiksi Permainan takdir 2
Bagian 2
Setelah kepergian sahabatnya Mita kembali ke pekerjaannya, Mita menghembuskan nafas panjang karena suasana kafe pada saat itu sangat sepi dan jam menunjukkan pukul 16.00, Mita tetap menunggu pelanggan yang datang karena kafe juga akan ditutup pukul 21.00. Sembari menunggu, Mita membersihkan kafe dimulai cuci peralatan yang ada di dapur hingga menyapu seluruh ruangan.
ketika Mita menyapu teras kafe tiba-tiba dia
dikejutkan oleh seorang laki-laki yang mukanya dilumuri oleh darah dan dengan nada yang lemah lelaki itu meminta
tolong.
“Tolongggggg bantuuuu saaa...ya...bawa
ke rumah.....sakit!!!”dengan nada yang kian melemah
Mita saat itu terkejut dan bingung harus ngapain karena dia takut orang melihatnya, dan akan berpikir
bahwa dia yang mencoba membunuh lelaki itu,
dia yang sedang dilanda rasa kebingungan masih tetap diam ditempat. Awalnya dia enggan membantu dan buru-buru
menutup kafe agar cepat pulang, ketika
ia hendak pulang, jiwa kemanusiaan menyadarkan dia dari rasa
kebingungannya akhirnya dia memutuskan membantu lelaki itu.
Namun lagi-lagi
dia dilanda kebingungan lagi, jika dia membawa
lelaki itu ke rumah sakit dan dia tidak memiliki uang yang cukup untuk
membiayai rumah sakit. Tapi jika tidak
dibawa maka nyawanya tidak akan selamat. Namun pada akhirnya dia
memutuskan membawa laki-laki tersebut
kesebuah klinik terdekat. Tidak sampai disitu saja Mita kembali bingung, dengan
cara apa dia akan membawa laki-laki itu, jika ia gendong mustahil bagi seorang Mita
karena jika dibandingkan fisik Mita tidak seberapa untuk mengendong laki-laki
yang perkasa itu. Ia berusaha untuk cari cara, dan satu ide pun terlintas
dikepalanya. Ia berlari cepat ke gudang di kafe, disana ia mencari sebuah
grobak bangunan dan berharap semoga bosnya belum memindahkannya dari
sana. Ternyata nasib baik berpihak
padanya, gerobak bangunan itu masih ada
di sudut gudang.
Sekuat tenaga dia mengangkat
lelaki perkasa itu di atas grobak,dan itu ternyata tidak mudah betapa capenya
dan kringat bercucuran pada seorang Mita yang berbadan kecil harus mengangkat
lelaki yang hampir tua itu, pengorbanannya tidak sampai disitu saja, dia harus dorong lagi gerobak
itu sampai di sebuah klinik. Sampai di klinik
laki-laki itu langsung ditangani oleh beberapa perawat disana.
Setelah ditangani seorang
dokter menghapirinya dan bertanya
“ apakah kamu wali dari
pasien tersebut?” Tanya dokter
“ahh tidak dok, saya
menemukan dia di jalan tadi” bohong Mita,takut jika dokter itu mencurigai dia yang mencoba membunuhnya, itulah yang ada di pemikiran Mita saat itu.
“oh, baiklah, nanti kami
akan mencoba menghubungi keluarganya
Kalau begitu saya permisi
dulu nona” kata dokter tersebut.
Mita memasuki ruangan dimana
laki-laki itu dirawat, dia melihat laki-laki tersebut
tidak sadarkan diri, dan beberapa luka laki-laki itu diperban.Tak terasa waktu
menunjukkan pukul 9 malam, Mita ketiduran di samping ranjang laki-laki itu, karena cape belum istirahat dan tanpa
sepengetahuannya lelaki itu ternyata sudah sadar dan dia melihat Mitha yang
sedang ketiduran disebelah
ranjang yang ia tempati.
“Gadis ini lumayan juga, dia sungguh
cantik” kata lelaki itu
Mita yang tidak nyaman dengan posisi
tidurnya, meringkukkan badanya, Lelaki yang menyadari gadis disampingnya akan bangun langsung pura-pura tidur kembali.
Karena merasa badannya pegal Mita bangun
dan melihat laki-laki dihadapannya belum sadarkan diri, dia melirik ke arah jam menunjukan
setengah sepuluh dia berencana untuk pulang namun dilihatnya laki-laki itu
masih belum sadar dia memutuskan untuk nginap di klinik saja. Malam semakin larut
Mita sudah terlelap dalam tidurnya, lelaki itu pun bangun dengan menahan rasa
sakitnya walaupun sakitnya tidak sesakit tadi, dia menghampiri Mita yang tidur
posisi duduk dengan menyandarkan kepala ke meja, dilihatnya Mita dengan teliti
dengan refleks lelaki itu mencium bibir Mita dan yah untuk pertama kali dalam
hidup Mita dicium oleh lelaki, serasa mimpi bagi Mita hingga ia enggan bangun
dari tidurnya. Setelah sadar apa yang dilakukan oleh lelaki itu dia menjauh
dari Mita, melihat Mita serasa damai dan tenang dalam tidurnya membuat
lelaki itu merasakan damai juga melihat.
“Dasar tukang molor, nggak rasa apa tadi
aku menciumnya”
“kalau lelaki lain yang melakukan hal
lebih apa dia tetap tertidur?” Tian
**POV TIAN
Tian adalah Lelaki yang rupawan
sekaligus pangeran yang berasal dari keluarga bangsawan di Asia dengan nama
lengkap xaotioan dan biasa dipanggil Tian. umurnya yang masih terbilang cukup
muda yaitu 24 namun orang tuanya masih menganggap dia pria kecil karena lihat
kemanjaan Tian sendiri. Namun jangan salah sangka dulu dia manja hanya depan
orang tuanya, namun pada kenyataannya dia pribadi yang arogan dan dingin serta
datar, banyak cewek yang tertarik dengannya tapi tidak ada satu pun yang bisa
menjadi kekasihnya. Walaupun dia pangeran di negaranya xaotioan juga
berpendidikan, dia anak yang cerdas, diusia dia yang terbilang muda dia sudah menyandang gelas magisternya, bukan
karena ayahnya yang kaya tapi karena kerja kerasnya sendiri,
Lama Tian itu menunggu Mita bangun,
namun yang ditunggu tak kunjung bangun tiba-tiba handphonenya bergetar asisten
utusan ayahnya datang menjemput, tak sempat berterima masih kepada Mita dia
memutuskan menulis nomor teleponnya di kertas dan ditaruh disamping Mita.
Sesekali dia mencium kening Mita lalu kemudian pergi dari klinik tersebut.
Sinar matahari menyelinap di celah-celah
jendela, dan Mita merasa tidak nyaman dengan cahaya yang masuk tersebut
akhirnya bangun namun ia kaget lelaki yang ia tolong menghilang
“ Apa dia sudah pergi ya?”
“Haaaaa. ....(sambil membekap mulutnya
sendiri)
Atau jangan-jangan dia diculik oleh
musuhnya, bagaimana kalo dia dibunuh, dipisahkannya tulang belulangnya?
Ahhhhhh....kenapa aku harus
memikirkannya toh bukan urusanku, aku membantunya kemarin karna dia muncul di
depanku, dan sekarang dia tidak muncul berarti bukan urusanku lagi”
Mita memutuskan pulang ke rumah karna
dia juga harus bersekolah.
Sampai di rumah dia dikejutkan ibu dan
adiknya di belakang pintu sedari tadi menunggu dia pulang, dengan ekspresi yang
sulit diartikan oleh Mita, ibunya bercakak pinggang dengan wajah yang penuh
emosi
“Dari mana saja kamu ha?
Kenapa pagi baru pulang?” serena (ibunya
Mita)
“Maaf Bu aku tidur di kafe semalam, aku
ngantuk banget semalam jadi aku memutuskan nginap di kafe” bohong Mita dengan ekspresi
bersalah dan menunduk
“Hmmmm ya sudah sana kamu mandi dan
siap-siap ke sekolah setelah itu sarapan” ibunya Mita pun juga merasa bersalah
karena telah memarahi anaknya, Serena sebenarnya tidak sampai hati menyuruh
anaknya bekerja karna itu merupakan tugas orang tua namun karena kondisi
ekonomi memaksa anaknya harus sekolah sambil bekerja.
Selesai sarapan Mita menyalimi tangan
kedua orang tuanya
“Bu, yah Mita pergi dulu” ucap Mita
“iya nak” ayah
“Hati-hati di jalan” ibu
Mita jalan kaki ke sekolah setelah
sampai di gerbang sekolah ada suara yang memanggilnya
“Mit,,,, Mitaaaa”
Rupanya itu suara Tiara, Mita berbalik
melihat ke arah suara tersebut
“Eh Ra kenapa si nggak kejar aja, harus
banget ya teriak-teriak biar semua melihat ke arahku” Mita
Mita sebenarnya risih anak-anak yang
lain melihat ke arahnya, namun bagaimana lagi itulah kebiasaan Tiara
sahabatnya.
“Eh Mit ibumu semalam telpon aku loh,
nanyain kamu
Emang kamu kemana semalam?”
“Serius ibuku nelpon kamu?
Terus kamu jawab apa ?”
“Ya aku si bantuin kamu, aku bohong aja
kalo kamu sama aku,
Kamu harusnya terima kasih mit sama
sahabatmu ini” Tiara
“Whatttttt.......” Mita
“Auuuu Mita kenapa kamu teriak
dikupingkuuuu”
“Sakit tau” Tiara
“Ra kenapa kamu musti berbohong?”
“Kamu tau aku jawab gimana pas ibuku
tanya tadi pagi”
“Ya aku jawab aku nginap di kafe semalam
Adu Tiara ibu kira aku bohong dong” Mita
dengan muka yang kusut
“eh kamu tu ya main motong-motong aja,
aku belum selesai ngomong kamu sudah motong duluan
Aku tu nggak kasih tau kamu di rumahku,
aku Cuma kasih tau kamu sama aku biar ibumu nggak khawatir”
“Bisa jadikan ibumu berpikir kalau kamu
sama aku nginap di kafe buat belajar” tambah Tiara
“Ia juga ya, ya sudah de nggak papa,
lain kali kamu jangan bohong lagi ya”Mita
“Iya iya,,,eh by the way emang kamu
kenapa bisa nginap di kafe semalam?” Tiara
Belum sempat Mita menjawab tiba-tiba...
Lonceng berbunyi menandakan guru akan
masuk kelas, guru yang masuk dikelas pun sudah muncul, seorang wanita yang
cantik dan langsing masuk ke kelas mereka 10 bahasa.
Tiara tidak memperhatikan guru yang
masuk walaupun udah diberi kode oleh Mita,namun dia tidak peka
“Tiaraaaa.....
Kalau kamu tidak mau mengikuti pelajaran
saya silahkan keluar”dengan suara yang meninggi Ibu Fatma mengatakannya.
Tiara akhirnya berjalan keluar karena
mau bantah atau berikan alasan apapun ibu Fatma tidak akan menerima apapun
alasannya.Seketika Mita membela sahabatnya
“Tapi Bu pelajaran belum dimulai
kan,jadi Tiara bukan nggak mau ikut pelajaran dari ibu”kata Tiara
“Kamu juga silahkan keluar” balas Bu
Fatma.
Terpaksa Mita juga keluar mengikuti kemana Tiara pergi. Ya Tiara pergi ke halaman belakang sekolah dia masih kesel dengan ibu Fatma yang mengusir dia dari kelas, dan dilihatnya oleh Mita Tiara lagi duduk di kursi taman dengan ekspresi wajah yang dongkol.
Mita
menghampiri Tiara
“ehemmmm”Mita
“Lo ko disini?” Tiara
“mending kita ke perpus baca buku atau
apa aja disana”kata Mita
“Ayo,,, eh tapi Lo belum jawab
pertanyaan gue”balas Tiara
“Udalah lupakan aja
Ayo lo mau ikut apa nggak?”berjalan
membelakangi Tiara
Tiara
mengejar Mita dari belakang “Mit kamu masih ngutang penjelasan loh,
Semalam kamu dimana”bujuk Tiara meminta
penjelasan dari sahabat nya
“Hmmm”mita sesekali mendesuskan nafas
dengan malas
Sebenarnya ia malas untuk cerita tapi ia
kenal betul dengan sahabatnya akan rengek terus agar diceritakan.
“Gini Ra kemarin sore,kafe lagi sepi
dan aku berencana tutup kafe dengan cepat dan sebelum tutup aku membersihkan
ruangannya, ketika aku lagi nyapu teras tiba-tiba aku dikejutkan seorang
laki-laki yang wajahnya berlumuran dengan darah semua, aku terkejut sekaligus takut Ra, kemudian aku memutuskan
untuk membawa dia ke klinik terdekat dengan gerobak bangunan dan pada akhirnya aku ketiduran di klinik itu”
penjelasan Mita panjang lebar sambil mencari buku yang dia hendak baca untuk
memanfaatkan waktu yang kosong
“Terus keadaan laki-laki itu gimana Mit?” balas Tiara
“Nah itu dia Ra pagi tadi aku bangun
lelaki itu hilang nggak tau dia kemana?
Aku takut musuh yang mencoba membunuhnya
itu datang lagi,
Atau mungkin dia sudah sadar dan
memutuskan untuk pulang” kata Mita mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya
Sejujurnya dia khawatir dengan laki-laki
tersebut namun dia mencoba menepiskan rasanya
Karna sebelumnya dia tidak pernah dan
tidak akan mau memikirkan orang lain selain hidupnya, akan tetapi lelaki itu
rupanya mengusik hati Mita
Mita mencoba melupakan rasa
kekhawatirannya itu dengan membaca buku yang ia sudah temui, namun alhasilnya
tetap sama Mita tetap mengkhawatirkan lelaki itu.
Tak terasa jam pelajaran Bu Fatma telah usai dan waktunya istirahat.
@fafakhafifa
Comments