Puisi Anonim
Kamu....
Ya kamu...!!!
Yang masih setia menari di memori ku
Masih betah menjadi makna dalam puisiku
Notifmu masih menjadi semoga dalam harapku
Chattingan mu masih menjadi aamiin dalam doaku
Tulisanku merupa sastra
Berharap yang empuhnya nama tersadar
Puisi ku merupa doa
Melayang menuju angkasa
Bertemu kehadirat-Nya
Agar di lauhul Mahfudz Dia menulis nama kita
Menjadi sepasang yang setia
Yang berbahagia
Hingga senja
Hingga ujung usia
31 Desember 2021
Entah mengapa
Aksara memaksa ku berpuisi
Tapi asa berbisik,
" Usaikan puisimu di terjalnya harapan"
Berhentilah!.
Sebab,
Cinta telah demikian usang
Dan kau tetap saja tak mengerti
Tentang rasa, yang tak pernah mau membuka pintunya
Untuk sekadar menukar kabar
Dia sudah bukan makna puisimu.
Oh kesedihanku!
Harapan,
Hanya milik waktu.
Kembalilah , cari sudut bumi yang paling sunyi
Dimana angin mengabarkan sukma mu baik baik saja
12 Januari 2022
Haaaaah.....
Suara itu kemarin
Bagai senja membius sore
Kamu tidak begitu penting lagi
Sebab naluri telah mengering
Kamu hanya sebatas objek
Dalam tulisanku
Sebab kau masih
Menjadi candu yang hangat tuk di kenang mas
15 Januari 2022
@fafakhafifa

Comments