puisi_Request 2
"Angin"
Hari ini masih sama
Karena dersik angin masih berbunyi
Meniup runtuh dedaunan yang jatuh
Daun daun itu
Akan menolak jatuh sebelum menguning merapuh
Namun angin adalah maut
Sebuah kepastian yang
Tak terduga duga arah kedatangannya
Adakalanya angin meniup
Jauh menuju bahaya
Seperti juga rindu yang meniup pada
Sulur sulur waktu
Menalikan luka, menulikan kata kata
"Mantan"
Kita pernah begitu dekat
Begitu rapat
Dalam dekapan cinta yang erat
Dan akhirnya
Terhempas badai derita
Terpuruk luka nestapa
Tersangkut di ranting ingatan
Kini kau hanya mantan
Aku masih dalam barisan yang terluka oleh kenangan
Yang enggan menerima keadaan
Yang selalu merasa kehilanngan
Seumpama kembali pun
Tak akan seindah dahulu
Jangan memaksa tak akan nikmat
Senikmat glora kita yang dulu
Biar...
Biarkanlah ia terbungkus dalam lapisan
Kenangan di sudut sepi
Supaya tetap terasa indah
Saat kita mengenang
_17 Maret 2022
@fafakhafifa
Comments