Kumpulan Beberapa Puisi Sakit


 "Kecewa"
 
Terkadang yang ada itu tidak mesti di genggam erat
Dan yang pergi tidak mesti dikejar
Ada saatnya rasa ini lelah,
Berubah pasif dalam segala keadaan
Ada saatnya raga ini rapuh
Berakibat kaki yang letih mengejarnya
Mata yang redup memandangnya
Bukan karena respect dan rasanya yang memudar

Namun lelah mendengar semua dalihnya
Jenuh dengan segala drama lidahnya
Ingin berlari dari kenyataan yang menipu
Tapi tak mampu

Hanya bisa pasrah berserah menatap langit indah
Dengan hati gundah dan kekecewaan yang mencumbu
Bukan suatu hal yang tersebab luka
Tapi tabiatnya yang tak pernah di rubah
 
 
"Sepi" 
 
Aku hanyalah secarik kertas sepi tanpa puisi
Bila dirimu yang ku doakan menemani
Tapi tak jua mengamini
Dalam sepi aku terpaku
Menunggu waktu berlalu
Sembari mendengar alunan syahdu
Ada rasa yang kian pekat mengganggu
Apakah itu rindu?
Entahlah biarkan saja
Hanya hatiku dan Tuhan yang tahu

Berpilin sunyi, puisi mendaki sepi
Berupaya puitis meski hati teriris
Dulu hanya dersik sesekali berisik
Lalu senyap membungkam gelap
Muak dadaku
Pada janji janji semu

Oh... sepi
Kupilih dirimu temaniku
Mari merindu demi waktu.
 
 
 
 "Di Tinggaal Nikah"
 
Aku belajar perihal runtuh,
Ketika jatuh
Setelah tak mampu kupungut utuh.
 
Aku sendirian.
Ditinggal Keramaian,
Dan hiruk pikuk kepalsuan,
Dari kenyataan yang sangat beban.
 
Kala itu cinta itu ada
Mengisi yang memulalai hampa,
Perlahan meraup bahagia,
Mengubah kelam menjadi warna,
Kemudian melahirkan luka

Luka itu tumbuh terawat.
Dari angan kering  yang di tinggal
Lalu dengan caranya sendiri
Luka dipaksa mengering
Dan duka memilih pulih,
Hanya saja bekasnya teringat,
Menyangkal sesal sepanjang hayat.

Andai bisa,
Kuputar waktu sehari sebelumnya,
Agar aku mempersiapkan diri
Untuk tidak mencinta terlalu dalam

Akhhh
Tolong... ceritakan padaku
Tentang dendam yang harus dibalas
Tentang diam yang menyakiti
Tentang robeknya hati karena ditinggal nikah.
 


"Lelah"
 
Kukira kau adalah rumah terakhir yang kubangun
Kukira kau adalah  pangerang berkuda putih berkedok kekasih
Nyatanya kau hanyalah sebatas gubuk 
Yang kusinggahi disaat lelah berkebun
 
Aku  menjadi orang bodoh, 
Memilih tetap mencinta
Tanpa peduli rasa sakit yang ditoreh. 
Pilihan itu berlangsung lama, 
Sampai pada akhirnya batin membrontak, 
Minta sudahi semuannya, 
Sudah sangat lelah, begitupun dengan hati. 
 
Dan memilih diam, 
Tidak ada lagi usaha mengejar, 
Tidak lagi mempertahankan,
Tidak ada lagi harapan yang tumbuh.
 
Jika sedari awal memang bukan prioritas
Seharusnya jangan membuat diriku merasa penting.
Cukup tetap berada di tempatmu tanpa perlu mengusik kenyamananku
 
@fafakhafifa

Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian