Kumpulan Beberapa Puisi Kepenatan
"Ada apa?"
Apa yang kurenungkan sore ini?
Kegelisahan hati?
Dalam diam yang seolah tenang
Hati tengah penuh huru-hara
Sibuk merapal doa, mengiba
Terus melafalkan ragam keinginan
Dalam ketakziman sujud
Bukan tentang hasrat, hanya permohonan
Untuk mampu menyamani diri ini
Meski harapan yang ditoreh tidak memungkinkan
Kala diam, endapan pertanyaan muncul
Penuhi permukaan ingatan
Mencoba cari jawaban
Di tengah riuhnya kepala yang jiwanya sudah hampa
Bak tanah lapang tak berkehidupan
Ujungnya menerka siapa aku?
Jati diriku adalah aku
Yang menanam jati tanpa diri
Dan diriku ternyata aku
Yang hanya diam berdiri dengan tatapan iri
Marah tak pedulikan akibat
Menuntut segala keinginan
Namun hanya bisa melihat tanpa mampu berbuat
Di sudut kegelisahan
Ia menanti pulang yang hilang
Bersulang dengan kesunyian tanpa kepastian.
"Pusing"
Di tubuh kita
Yang rapuh oleh usia,
Kadang cinta kehilangan maknanya
Kadang suasana kehilangan rasanya
Kali ini kita terpenjara
Oleh imaji masa belia
Apa boleh buat?
Inilah pilihan hidup kita
Apakah hati kita terlalu nyaring
Mendendangkan hasrat
Otak menjadi bising
Hingga harus dipilah
Tak ingin kuambil pusing karena pikiran
Tiap malam ingin tenang kuberbaring,
Penuh degup kenyamanan,
Tularkan damai dalam syahdu
Namun itu hanya anganku semata
Hidup perlu alasan, mati butuh sebab
Hidup perlu tujuan, mati butuh ketenangan
Hidup ini perjalanan, mati itu kepulangan
Hidup perlu pengiring, mati butuh di bimbing
Hidup ini pencarian, mati itu penantian
Hidup adalah pengembara, mati awal pertanggung jawaban.
"Titik Terendah"
Hiruk pikuk kota tak kurasa
Berada di keramaian namun masih saja merasa sendiri
Apa yang tengah aku cari?
Bingung, letih kurasa
Riak-riak kegelisahan menerjang pikiran
Batin menangis
Mengadu pada jiwa dan raga
Ingin kukatakan aku tidak sanggup lagi dan sampai disini saja
Sendiri dan sedih mengingat diri
Bahasaku tak seindah dewi sastra
Derajatku tak setinggi ratu
Hartaku tak sebanyak konglomerat
Rupaku tak secantik tuan putri
Aku serendah itu
Dan di titik terendah ini
Aku hanya berharap padamu Tuhan
"Lelah"
Di bawah awan-awan yang menggelayut sedih
Kuseret diriku yang ringkih.
Di belakang sana kegelapan masih mengejar
Padahal aku sudah begitu lelah terengah-engah mengisap udara ke dalam dada
Kawan lelah bukan menyerah
Ada asa yang masih terjaga
Walau raga kian melemah
Dan semangat mulai menghilang
Perjuangan belum berakhir
Apakah sebaiknya...
Kubur saja mimpi-mimpi?
Biarkan saja ia bersenyawa
Menyatu bersama embusan nafas
Dan melarung bersama ombak pantai
Ataukah sebaiknya...
Biarkan tubuh bersahaja
Berhenti menyiksa
Ia lelah
Biarkan rebah.
Perih menahan tuk tidak mengeluh
Dipaksa mengubur dalam-dalam
Tak berdasar
Lelah selalu sabar
Memaksa ikhlas akan keadaan
Yang tak selalu baik-baik saja
@fafakhafifa
Comments