Posts

Showing posts from 2021

Literasi Kisah yang Belum Usai

     1 Hujan  Hujan.... Masih tentang hujan Bukan karena musimnya yang berkepanjangan Bukan karena kemarau yang pasrah mengalah Tapi karena harapan ini masih tumbuh Sebab hujanlah yang menyiramnya Tumbuh kemudian patah... Kamu hadir menanamnya untuk tumbuh Lalu kamu  mematahkan dengan cara menghilang Kamu lupa, harapan yang kamu tanam telah tumbuh, perlahan lahan ia tumbuh di cakrawala aksara, namun belum sampai mekar dia sudah dipatahkan Entah kamu rencanakan atau ketidaksengajaanmu , kamu mematahkan, dengan cara  menghilang. Harap ini masih menunggu kamu kembali, untuk merawatnya puan. Lama rasa di hati untuk penantian ini. Sudahkah kamu menemukan lahan baru untuk kamu tanam lagi ? Tidakkah  sepadan  harapku dan harapmu ? Jika kamu hanya ingin mencoba  menanamnya kemarin, Kenapa kamu memujinya?,  Kenapa tidak saja kamu katakan pada harapan ini, bukan ini yang kamu cari?. Berilah satu kata, agar hati ini mengeras dan t...

Kumpulan Sajak Sajak Merana

Image
Entahlah,,, Saat ini aku tersentak  Kenapa aku terlalu  jauh untuk Mengharapkan di ujung senja ini? Aku akan menanti di ujung senja selanjutnya,  Namun bukan untuk mu, Untuk sang fajar yang datang Menghilangkan kenangan kemarin Dengan sebuah senyuman yang terbit nantinya Senja, katamu Dan, senda, kataku Lalu sore itu tawa kita berderai. Jangan berpaling! katamu, Tapi siapa kita? Kataku Dan mulai malam kita berubah menjadi mahluk asing Bagai musuh yang Telah lama berpisah   Tak perlu nyanyian hujan atau tangisan gerimis Halu ini terbit dari senyuman mu mas,,, Pun gejolak ini... potret mu mewarnai hatiku Tidak mesti bersama Engkau selamanya menjadi bahan dan Selamanya abadi dalam puisiku. 28 November 2021 @fafakhafifa

Kumpulan Sajak Sajak Kronis

Image
__Malam rasanya hanya kakuan. Angin telah jadi semati tugu. Bulan tergulung asap kerinduan. Merangkak pelan dari ujung Sukma. Gelap dan itu saja yang ada disini.  Hujan mulai mengetuk pintu rumah.  Dan kata-kata jatuh begitu saja. Barangkali kebahagiaan persinggahan yang sebentar  Berjalan dari satu kehampaan ke kehampaan yang lain.   __Seperti nya memang hanya gelap yang mampu melukiskan malam Disertai hawa dingin, sebagai pemanis ranumnya semesta,  Membalur sendi sendi suka atau nestapa  Mengistirahatkan sebagian jiwa yang mabuk asmara  " tuk tak lupa atas nikmat-Nya yang nyata" Selamat malam   __Hujan adalah kenangan yang teramat getir  Bukan syahdu tapi pilu bercampur sendu  Menjelmah puisi yang paling rintih  Mengeja setiap rintik yang mengantarkan bait bait pilu  Sampai pun dingin menjamah raga  Dingin pelan pelan meningkat, semakin tinggi, semakin pekat  Kemudian hanyut memunguti masa lalu Menanam rindu yang be...

Puisi untuk Keponakan

Image
  "kelahiran boy"   Aku rangkaikan diksi jadi puisi Bersyukur tiada Tara  Akan kehadiran bayi mungil Paras yang tampan dan rupawan Mempesona bak permata Yang berkilau ditengah arang Hadir sebagai lambang kebahagiaan Terukir wajah cerah sang ibu Terlukis bahagia wajah sang bapak Hadir di dunia nyata Bukan Maya Berpetualang dengan menapaki kehidupan semesta Sembari menyusuri pelajaran dan hikmah nya dari semesta Dengan dibimbingi guru sejati dari kedalaman hati Pandanganlah alam di sekelilingmu Jangan takut dan usah ragu Karena kau hadir dari perpaduan cinta dan doa bukan kemaksiatan Selamat datang boy Labuan Bajo, jumaat, 10/09/2021 13.00  _Kenan Abidzar Fahreza   @fafakhafifa

Cerita fiksi Permainan takdir 2

  Bagian 2 Setelah kepergian sahabatnya Mita kembali ke pekerjaannya, Mita menghembuskan nafas panjang karena suasana kafe pada saat itu sangat sepi dan  jam menunjukkan pukul 16.00 , Mita tetap menunggu pelanggan yang datang karena kafe juga akan ditutup pukul 21.00 . Sembari menunggu, Mita membersihkan kafe dimulai cuci peralatan yang ada di dapur hingga menyapu seluruh ruangan.  ketika Mita menyapu teras kafe tiba-tiba dia dikejutkan oleh seorang laki-laki yang mukanya dilumuri oleh darah  dan dengan nada yang lemah lelaki itu meminta tolong. “Tolongggggg bantuuuu saaa...ya...bawa ke rumah.....sakit!!!”dengan nada yang kian melemah Mita saat itu terkejut dan bingung harus ngapain karena dia takut orang melihatnya , dan akan berpikir bahwa dia yang mencoba membunuh lelaki itu , dia yang sedang dilanda rasa kebingungan masih tetap diam ditempat. Awalnya dia enggan membantu dan buru-buru menutup kafe agar cepat pulang, ketika ia hendak pulang,  jiwa k...

Kumpulan beberapa puisi kesadaran dan kepekaan

    "Usia Tuaku"   Pabila usia tuaku tiba,   Kelak suatu masa tongkat menjadi tumpuan. Menembang lelakon lama Lalu tersenyum mengingat bayangan lalu yang rambut masih hitam warnanya, sampai pun alis dan bulu mata. Yang tertinggal hanya ingatan masa lalu, Seketika bibirku bergetar menyebutkan namamu, Bagai Ayat kitab suci, tak sembarang terucap.   Namun kala itu yang empunya nama entah di mana Apakah lagi bersenandung dengan lagu lama, duduk bungkuk atas kursi rotan Ataukah sedang meminang cucu, mungkin pula telah lama Aman berbaring dalam tilam penghabisan.   Dan pabila giliran ku tiba terlentang dengan kedua belah tangan melipat Sebelum sang maut menjemput Sekali lagi namamu ku sebut dalam diam. Mati   نر حفيفة     "Akhir Tahun"   Tutup lembaran lama buka lembaran baru Katanya Tutup kisah lama merajut kisah baru Katanya   Namun tidak denganku Kisah lama bertali di masa baru M...