Cerita fiksi Foregner mualaf 2

 Bagian 2

Suasana pagi yang tidak bersahabat, langit yang tidak cerah, sedikit-dikit mendung padahal masih pagi, membuat masyarakat disana malas untuk keluar rumah. Seorang perempuan yang masih terlelap tidurnya enggan untuk bangun karena ia baru tidur pada pukul 03.45 subuh tadi. Ya dialah Allenfha yang di sapa Allena baru tiba semalam di inggris pada pukul 01.25 waktu inggris. Ia tinggal di sebuah asrama bersama teman- temannya dari Indonesia yang lolos seleksi bersama dia.

“ohhummmmmm cepat sekali paginya” dengan meringkuk badanya kekiri dan kanan

Matanya tertuju pada jam beker di atas nakas

“oh may good ini udah siang, aku pikir masih pagi” Allena buru-buru bangun untuk mandi setelah itu dia ke ruang makan untuk mengisi perutnya, karena mereka tinggal di asrama kebutuhan mereka untuk makan sudah disediakan oleh ibu asramanya.

All menarik salah satu kursi untuk duduk, seorang wanita paru bayah menghampirinya dengan senyum yang ramah

“hello miss is sleeping comfortable?” tanyanya untuk memulai pembicaraan

“yes I am very comfortable, until  I wake up noon and skip my breakfast” jawab Allena dengan dihiasi senyum manis di bibirnya.

Wanita paruh baya itu menanggapi dengan senyum, dia bingung untuk memulai percakapannya lagi. All yang menyadari itu bergantian Tanya kepadanya

“ eummmm introduce me Allenafha, you can call me Allena” dengan mengulurkan tangannya

“yeah it is me Clarisa”                                        

“you are very beautifull like mom is Asian from China” katanya dengan nada yang sendu karena mengingatkan sosok ibunya

Allena yang melihat itu juga seketika merindukan keuarganya di Indonesia, dia pun membuka whatsapp menghubungi orang tuannya yang ada di Indonesia

“ Hallo Assalamualaikum ma”

“halo waalaikumsalam nak, kamu baik-baik saja?” Tanya Windi khawatir terhadap anak gadisnya

“iya ma Alhamdulillah baik,aku dah di Inggris . aku nyampe semalam jam 1.25 waktu inggris ma”

“syukur Alhamdulillah nak, kami semua rindu sama kamu, baik-baik disana, hati-hati kalau mau melakukan sesuatu, karena itu lingkungan yang baru buat kamu. Mama rindu sekali nak hiks..hiks…” kata Windi yang tidak mampu membendung air matanya.

“iya ma, mama jangan khawatir disana, doakan Allena baik-baik disini, aku juga sangat rindu sama mama dan semuanya hikssss”

Clarisa yang melihat percakapan ibu dan anak itu merasa terharu, walaupun ia tidak mengerti bahasa Indonesia tapi ia tau seorang ibu sangat sedih ketika anaknya jauh, dia pun mengelus pundak Allena. Dan terjadilah Allena menangis terseduh-seduh. Setelah acara nangis selesai Allena dan Clarisa semakin dekat, Allena menganggap Clarisa adalah sahabatnya di Inggris.


Sore harinya Allena pergi belanja kebutuhannya untuk sementara waktu di supermarket terdekat ditemani oleh Clarisa. Di supermarket Allena memilih barang yang dibutuhkan, dia juga tidak lupa membeli satu box besar softex untuk tamu bulanannya. Setelah rasa cukup kebutuhannya ia menemui Clarisa yang sedang memilih sayur dan buah-buahan.

“Ris kamu belum selesai?” Tanya Allena sembari mendekati Clarisa. Clarisa yang dipanggil Ris oleh Allena memang Clarisa yang memintanya, agar biar obrolannya santai.

“ini udah selesai Allena, kamu gak ada yang mau dibeli lagi?”

“gak Ris, ini udah cukup” jawab Allena

Mereka akhirnya menuju tempat kasir untuk membayar, disana Nampak seorang laki-laki yang dilanda kebingungan sembari memegang kantong baju dan celannya,pertanda ia mencari sesuatu. Dia bingung membayar belanjaannya dengan menggunakan apa. Disana, orang kaya tidak membawa dompet jika keluar, sekarang teknologi semakin canggih uang disimpan di telephone genggam, seperti yang di lakukan oleh laki-laki tersebut. Namun sayang hpnya ketinggalan ditempat yang sebelum ia datang tadi.

Allena yang melihat itu menawarkan diri untuk membayarnya,

“mmm maaf mbak, untuk total pembelanjaanya berapa ya?

“untuk totalnya 150 dolar nona,” jawab kasir tersebut

Laki-laki yang disebelahnya melogo dengan apa yang ia lihat

Sesekali ia berguman dalam hati

“apa maksudnya, apa iya akan memerasku cehkk, dasar wanita ular.

Huft setidaknya aku tidak dipermalukan di tempat umum ini, tunggu saja kamu wanita ular. Aku akan ikut permainanmu” laki-laki itu tersenyum dengan mengejek setelah apa yang dipikirnya itu.

Setelah selesai ia mengambil belanjaanya dan segera keluar dari supermarket tersebut

 

Kini di dalam tampak giliran Allena dan Clarisa yang membayar, setelah selesai mereka pun keluar dari supermarket. Ketika Allena dan Clarisa lagi menunggu taksi, laki-laki yang mereka tolong tadi menghampiri mereka.

“ini kartu nama saya jika anda ingin meminta pertanggung jawab atas kebaikan yang anda tadi lakukan” katanya dengan sinis

Allena yang mendengar itu tersenyum manis sambil berkata

“maaf tuan, saya melakukan itu dengan ikhlas, niat saya hanya sekedar membantu” kata Allena


Dalam hati si pria berkata

“cehkkk dasar wanita ular, nampaknya sok baik tapi punya siasat yang licik, liat saja aku tidak akan tertipu dengan siasatmu, bahkan engkaupun menggodaku dengan senyuman manis itu, cehkk aku tidak akan tertipu” lagi-lagi ia menunjukan senyum ejeknya

“ tidak, saya tidak mau berutang budi sama orang, kamu tenang saja saya akan bayar 10 kali lipat dari apa yang kamu lakukan tadi didalam” katanya 

“ maaf tuan saya sedang tidak butuh uang sebanyak itu, jika tuan merasa hutang budi pada saya, tuan bisa kasih 150 dolar itu ke orang yang membutuhkan anggap saja orang yang menerima itu saya. Terimahkasih” kata Allena sambil menyetopkan taksi dan beranjak dari sana.

“wanita itu benar-benar menarik, ia bahkan tidak takut denganku, apa dia tidak tau siapa aku? Liat aja aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia ini” guman laki-laki tersebut.

 

**pov kevin

Laki-laki asal inggris yang bernama Kevin Bramentiyo seorang pengusaha nomor satu di inggris yang disegani klien dan pengusaha lainnya, ia terkenal arogan kejam bak kanibal jika ada yang main-main dengannya. Di umurnya yang akan beranjak kepala tiga, ia belum menikah atau punya kekasih, baginya wanita hanya tempat menuntaskan hasratnya. Dia hanya memerlukan wanita sebagai budak sexs nya.

Diumur yang terbilang cukup matang itu dia masih terlihat fres, penuh karisma, tampan dan berwibawa jika dipandang. Badannya yang tinggi tegap, dengan kulit putih dan rambut kecoklatan, tak lupa mata elang yang tajam itu menjadi perfect parasnya membuat para wanita selalu mencuri pandang melihatnya.

Kevin seorang yatim piatu, bahkan sanak saudarapun ia tidak punya. Usaha yang ia rintis dari nol itu benar-benar kerja kerasnya sendiri. sebuah industri barang keramik yang ia rintis dari ia SMA kini sukses dimana-mana.


cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan unsur nama itu tidak disengajakan...


@fafakhafifa



Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian