Cerita fiksi Foreigner Mualaf 1
Bagian 1
Seorang perempuan berumur 17 tahun telah menyelesaikan masa
SMA nya. Perempuan asal Indonesia bagian Timur ini cukup menarik jika dilihat
karena rasnya tidak seperti orang Timur local yang notabenenya berkulit hitam
dan berambut kriting, dia memiliki kulit kuning langsat, hidung mancung, bibir
tipis berwarna merah muda asli tanpa lipstick, rambut air dan postur tubunya
yang cukup ideal, jika dibandingkan
dia lebih mirip dengan orang Asia Timur Tengah
Perempuan ini bernama Allenafha, beragama Islam, ia berasal dari keluarga yang sederhana dan tidak kekurangan. Memiliki saudara 4 orang, yang terdiri dari satu laki- laki dan tiga perempuan, Allenafha biasa di sapa Allena ini anak ke-3 dari 5 bersaudara. Kedua kakanya sudah menyelesaikan kuliah sarjananya di bidang kesehatan, singkat cerita setelah ia lulus SMA di diarahkan oleh kedua orang tua dan kakanya masuk di jurusan kesehatan. Namun ia menolak dengan alasan otaknya tidak mampu sampai di sana, karena jurusan itu pasti akan banyak belajar tentang matematika yang sementara ia sangat tidak senang dengan pelajaran itu.
Suatu hari ibunya menanyakan tentang jurusan yang akan di
ambil olehnya
“All sudahkah kamu pikirkan jurusan apa yang akan kamu ambil
untuk kuliah nanti?” Tanya Windi ibunya.
“Entalah bu aku juga masih bingung dengan pilihanku, aku ingin
belajar bagian mesin namun aku juga tertarik dengan ilmu psikolog” jelasnya apa Windi
“Bagaimana jika kamu ambil bagian penerbangan saja, toh kamu juga kan dulu kepingin jadi pramugari, ya walaupun kamu tidak ngambil pramugari tapi setidaknya kamu belajar apa yang juga di pelajari oleh pramugari kan” saran Windi
Tanpa pikir panjang Allena mengiayakan saran ibunya itu “
baiklah bu aku akan kuliah ambil jurusan itu” ucapnya dengan tegas
Sang ibu hanya tersenyum saja melihat anaknya yang mengambil
keputusan tanpa pikir panjang dan tidak teguh pada pendiriannya.
Haripun tiba di mana dia meninggalkan keluarganya untuk
kuliah di negri orang, Allena kuliah di salah satu kampus penerbangan swasta di kota Yogyakarta,
sebelumnya sempat terkecoh sedikit karena kedua kakanya kurang setuju dengan
pilihan Allena untuk kuliah di penerbangan dengan alasan biayanya mahal apalagi
ditambah kedua adik All juga masih sekolah di tingkat SMA dan SD, namun mereka mengalah
toh juga ada campur tangan dari ibunya.
Empat tahun lamanya dia kuliah di negeri orang dan kini sudah
mendapatkan gelar di program studinya, ia kembali ke kampung halamannya dengan
membawa ilmu, ijazah dan gelarnya. Semua keluarga sangat senang karena mereka
sudah lewati masa sulitnya saat membiayai kuliahnya Allena. Akan tetapi tidak
sampai disitu saja, kesedihan tetap ada, dimana Allena belum juga bekerja di
bidangnya, sangat sulit untuk melamar pekerjaan di bidangnya kalau tidak ada
orang dalam.
Allena tidak berkecil hati dia tetap berusaha mencari peluang
dibidangnya hingga suatu hari nasib baik ada padanya, ada seleksi di industri perhubungan udara, jika lolos akan dikirim ke luar negeri untuk bekerja
disana karena saat itu Indonesia bekerja sama dengan Inggris di industri perhubungan udara.
"wkwkwk katakanlah seperti itu"
Lagi-lagi keberuntungan itu datang, Allena lolos di seleksi itu
dan dia akan dikirim ke luar negeri untuk kerja di sana. Dengan berat hati ia
kembali meninggalkan keluarganya di desa yang kali ini sangat jauh di banding
saat dia meninggalkan keluarganya waktu kuliah dulu. Namun karena Allena perempuan
yang berambisi untuk sukses dan bisa dikatakan haus bekerja ia siap pergi ke
Inggris.
Allena juga memiliki kekasih bernama Argi, seorang pria berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus di kota dekat desanya, umur mereka selisih empat tahun, mereka menjalin hubungan semenjak Allena semester dua, mereka bahkan memutuskan akan membawa hubungannya hingga ke jenjang pernikahan. Namun siapa sangka hubungan mereka berakhir karena Allena yang bersih keras meninggalkan negaranya untuk memilih pekerjaan. Karena keegoisannya Argi memutuskan hubungan dengannya, Argi sangat kecewa dengan keputusan Allena, karena menurutnya Allena mengingkari janji dengannya, dimana mereka akan menikah setelah Allena lulus kuliah.
Argi sudah cukup lama
menunggu, setelah Allena lulus kuliah lagi-lagi Argi mengalah untuk tetap menunggu karena Allena belum bisa nikah karena belum ada pekerjaan. Ternyata
kesetiaan Argi untuk menunggu dibalas
keegoisan oleh Allena.
Hubungan yang lama di bangun berakhir hanya karena
keegoisan semata, janganlah menunggu dan berharap sesuatu yang tidak pasti
sesama manusia, berharaplah kepada Tuhan karena itu sudah pasti.
Huhuhu ternyata ALLENA SANGAT KEJAM ya Thorrr!!!!!!
cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan unsur nama itu tidak disengajakan...
@fafakhafifa
Comments