Puisi Bunga
" Mawar"
Mawar sekuntum,
Pada tangkai yang berdenyut,
Meremang kangen
Dimusim kering.
Wanginya mekar di hati.
Mawar berduri,
Tak duri,
Maka tak mawar
Dan durinya menancap tepat di dada,
Biarpun berduri
Tetap si kumbang berani mendekat
Karena tulus dan sucinya cinta
Ketika tersentu cinta
Musim akan berubah,
Daun yang jatuh kembali tumbuh
Dan kau mekar mawar di antara ribuan kamboja
Mawar
Kalaupun dipetik
Aromanya
Enggan jauh
Enggan pula jatuh
Pada pesona yang menyejukkan kalbu
Deminya akan kurendah dan kupatah dahan berdurinya.
Harapannya
Suatu saat nanti
Akulah pemetik kuntum indahmu warnai hariku
@fafakhafifa
Yogyakarta, 23 Desember 2022
Comments