Puisi Sindiran
"Si Penjilat dan Bermuka Dua"
Si hidung belang
Mengubah wujud seperti bunglon
Mengamuflase tetaplah kau
Takkan mampu mengubah hatimu
Bila sepotong janji
Sebagai identitas diri.
Lantas mengapa dusta merajai?
Berkedok pemberi semua nasihat
Mengapa mudah jadi penghianat?
Jadilah terhormat
Dengan tidak menjadi penjilat
Dan tetaplah menjadi mulia
Tanpa menghamba terhadap sesama
Kau pun bermuka dua
Didepan bak malaikat surga
Dibelakang gibah tanpa jeda
Menipu bagimu hal biasa
Tapi bagiku kau luar biasa
Manusia tak ada yang sempurna
Hanya kau yang berbeda
"Tidak Selevel"
Melihat mentari tanpa imajinasi
Dia yang sedang bermimpi di siang hari.
Tentang "sudah patah"
Tapi tak menyerah?
Walaupun tumbuh tak utuh?
Semangat tak runtuh
Bodoh!!!
Kukatakan kau bodoh
Kalau bukan kamu yang diinginkan,
Lepaskan yang memang bukan untukmu
Lebih baik ku menegur salahmu,
Dari pada berdebat denganmu.
Agar kelak kau tak lagi jatuh pada kesalahan yang sama
Perdebatan selalu datang silih berganti tiada henti,
Asumsi pun hadir dalam jiwa.
Jika kehilangan adalah keniscayaan,
Mengapa pula harus dikuatirkan.
Jika yang dikejar berlari
Maka berdiamlah agar berkualitas
Kukira hanya pisau yang berbahaya
Ternyata, pikiran kau tak jauh berbeda
Pertanda, memang kita tak selevel
@fafakhafifa
Yogyakarta, 24 Desember 2020
Comments