Literasi~KELAM

Kamu lagi di fase yang mana?
Mencintai namun tidak dicintai?
Menjalin hubungan tanpa ada rasa kenyamanan dan cinta "antara terpaksa/tidak enakkan dengan doi"
Menyukai dalam diam, "kode dan kepekaan yang berperan"
Atau mungkin lagi di fase kalian don't care terhadap cinta?

Well menurut ku itu semua pilihan masing-masing. Kenapa bisa jadi pilihan? Karena kamu sudah tau bahkan sangat sadar bahwasannya si dia tidak mencintai kamu, kamu menjalin hubungan tanpa ada perasaan, and you don't care about love. Saya katakan itu pilihan, barangkali ada the reason/alasan yang tersirat dalam aksaramu. Dan itu hanya kamu sendiri yang tau

But aku pengen nanya satu hal perihal alasan kalian, disini aku bukan karena ahli tentang cinta, atau karena dunia percintaanku sukses lahir batin, aku bahkan selalu gagal dalam urusan cinta. 
hehehe kok jadi curhat gini sih.....

Okay lanjut, apakah alasan yang kamu ciptakan hadirkan dalam pikiranmu itu menjamin kamu bahagia, atau kamu bisa senyum lepas tanpa beban, kamu bisa nangis di waktunya dan bisa tersenyum diwaktunya juga? Tanyakan pada hati masing-masing.

Hati bukan seperti mesin, yang hampir rusak tapi masih bisa di paksa berjalan.
Aku sendiri pun masih mempertanyakannya, bahkan jawaban yang ku temukan sangat sulit untuk di mengerti oleh diriku sendiri, ada banyak solusi yang tercipta dan sangat sulit mengusahakannya sesuai solusi itu.

Dan terkadang egois memang di anggap negatif, namun dibutuhkan untuk menyembuhkan luka, menutup bekas luka bahkan mencegah untuk tidak menciptakan luka yang baru untuk hati.

Mari sama-sama menyadarkan hati ini. Berhenti memaksanya, mari jujur dan tinggalkan rasa malu atau memikirkan image diri untuk tidak memulai duluan. Lakukan apa yang membuatmu tenang dan nyaman.
Percayalah sesuatu yang dilakukan dengan paksa itu tidak akan baik di ujungnya, kamu akan semakin terluka dan menyiksa diri dan yang lainnya.

Pena2021


Mungkin kamu pernah di posisiku
~Mencintai ilusi semata~

 Yah...aku pernah mencintai seseorang yang kebetulan beberapa kali bertemu.
Tidak ada sapaan say hello, bahkan saling lempar senyum. Tapi aku diam-diam memperhatikan dia, dia yang sadar di perhatikan barangkali merasa risih karena aku mencuri pandang melihat dia.

Pernah sesekali, mataku dan matanya  tak sengaja bertemu dan akhirnya aku yang kalah, karena aku tak mampu menahan desiran di hati ini. Aku pun memutuskan mengalihkan ke arah lain.
Aku berharap situasi itu terjadi lagi, dimana aku akan menunjukan ke dia kalau aku takan kalah lagi. Namun harapan sekedar harapan, kita tidak lagi bertemu.

Ketika aku menemukan dia di ingatanku, melihat dia menari di sukmaku, seketika aku menginginkan dia seutuhnya milik ku. Hingga aku pernah bahkan sampai sering melakukan hal yang konyol, menjadi seorang pelacak aktivitas dia di media sosial. Dari sekian media sosialnya aku diam-diam ngesalting akunnya. Dimana aku suka semua pose dia disana. Aku dengan bodoh mengukur seberapa lebar senyumannya? Seberapa manis senyumannya hingga menjadi candu bagiku.

Dan pada akhirnya aku sadar... Aku mencoba berhenti dari kekonyolan itu
Aku memaksa diri untuk berhenti dan menahan perasaan itu. 
Aku yang tak kuasa menjabarkannya, memilih diam sampai termakan waktu

Lama sesak rasanya di dada, dan akhirnya rasa itu bicara
"Lakukan saja jika itu membuatmu nyaman, asal tau batasan, toh nanti dia akan ada rasa capenya sendiri"

Jangan memaksa  diri untuk menjalani hal-hal yang tidak membuat kita nyaman, yang ujung-ujungnya hanya akan galau sendiri. Apalagi tidak punya waktu untuk berkomunikasi, efeknya adalah makan hati dan harapan.

Hal yang perlu dipahami yaitu cinta tidak bisa di paksa, kita tidak bisa memutuskan pada siapa kita jatuh cinta, ingat cinta tidak harus memiliki bukan? Tidak perlu irih atau sedih, ketika orang lain bersama dengan cinta mereka, sebab cinta punya cara tersendirinya untuk membuat bahagia. Bukankah kebahagian sejatinya hanya tentang bagaimana kita  menciptakan dan menikmati perasaan itu

Pena2020
 
@fafakhafifa

Comments

Popular posts from this blog

Mari jangan bertanya

Kumpulan Puisi HTS

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian