Posts

Tak Berjudul

 BAGIAN 2 Saat itu aku sudah memutuskan untuk tidak lagi mengingatnya dan aku kembali seperti diawal aku tidak melihat dia,  rupanya itu berhasil aku tidak lagi mengingatnya. Ingatanku tentang dia yang sekilas seolah hilang ditelan waktu. Hingga tibalah pembagian kelas, entah mengapa saat itu aku lupa proses sampai aku punya dan join ke group kelas, info ruangan dan perkuliahan lewat group tersebut. Keesokan harinya aku masuk ke salah satu ruangan yang kuyakini itu adalah ruang kelas yang di infokan di group, yapp aku masuk sambil meyakinkan diri ini benar ruangannya, aku menuju ke kursi yang kosong, pelan-pelan kulangkahi kakiku dan seketika mataku tertuju ke sudut belakang ada 1 orang yang tak kusangka, siapakah dia? wahhhh untuk sekian kalinya aku katakan takdir kembali mempermainkan, kami sekelas ternyata. Disitu aku  baru tau namanya hehehe. Aku tidak punya keberanian mendekatinya lebih dulu,egoku untuk merendahkan diriku saat itu belum cukup jinak untuk aku kendal...

Tak Berjudul

 BAGIAN 1 Mari duduklah disini, izinkan aku untuk menceritakan kisah ini dan kubiarkan dirimu untuk tidak bertanya apapun Sebuah kisah tidak mesti dimulai pada suatu hari atau pada zaman dulu. Aku menulis ini di akhirnya tahun 2025 dan mungkin di publish di tahun 2026, kisah bermula lima tahun yang lalu, 2019. Tahun dimana aku sudah lulus Sekolah Menengah Atas sekaligus tahun pertama aku masuk Kuliah . Aku menempuh pendidikan Tinggiku di salah satu pulau Jawa, kota yang dikenal kota pelajar yaitu Yogyakarta . Kalau kamu pernah dengar kata-kata " Jangan pernah jatuh cinta di Jogja, nanti Sakit " atau "Jogja dikenal setiap sudutnya yang romantis namun hanya bersifat semu" yah, itu betul sekali. Aku adalah saksi bisu dari kata-kata tersebut. Lima tahun lalu aku jatuh cinta dengan seseorang, sebut saja namanya "Dita".  Biarkan aku cerita tentang dia dan kuizinkan dirimu untuk tidak bertanya Si Dita ini adalah pria yang berprawakan lumayan tinggi dari aku, kul...

Mari jangan bertanya

Dear readers.... Tulisan ini bukan konsumsi publik, ini konsumsi pribadi penulis, Sedikit kisahnya begini Penulis bertemu cintanya di 5 tahun lalu dan sekarang adalah tahun 2025. Pertemuan yang tidak disengaja, masih pakai baju hitam putih, namun wajahnya selalu terngiang-ngiang dikepala, diantara ratusan yang hadir wajahnya yang selalu teringat, dia tidak mencolok tapi entah mengapa wajahnya selalu terngiang  dan tanpa sengaja lagi, kami bertemu kedua tiga empat kalinya lagi bahkan hampir sering, aku menganggap itu adalah takdir , perlahan rasa itu tumbuh dari rasa penasaran hingga rasa suka, kemudian jadi jatuh cinta,yah jatuh sejatuhnya. Lagi-lagi takdir itu kembali mempermainkan, kami sekelas, lama dipendam ternyata membesar dan lebih sensitif dari ranjau yang siap meledak jika pemicunya datang. Untuk sekian kalinya takdir kembali mempermainkan dimana semesta memberikan waktu untuk kami saling dekat, dah yah terjadilah status yang manis, dan aku bilang lagi untuk sekian kalinya...

Marilah duduk dulu, biarku dengar isi hatimu

Dear readers.... Ingin banget mengeluh namun jika dipir-pikir lagi sepertinya hanya buang-buang waktu, sekarang saja telinga sudah penuh untuk sekedar mendengar setiap keluhan, pikiranpun bingung keluhan mana lagi yang mesti di susun kata-katanya, baiknya ternyata pendam saja ya, terus bilang sama dirinya sendiri "oh gini yah, yaudah deh". Rasanya berat yah.... Yaudah baca puisi ini aja, barangkali bisa terlampiaskan keluhannya. " Raga " Waktu menjulur menjalar liar  Menggilas tanpa belas Mengangkangi setiap tubuh yang rubuh kelelahan  Raga penuh peluh  Menompang alam pikir bergemuruh  Menggelegar tawa riang, hidup begitu angkuh  Aku dihadapakan pada rentetan peristiwa-peristiwa katastrofi distopia berujung trauma Belajar satu demi satu pada satu tahap keikhlasan yang lebih tinggi. Di tengah jiwa ringkih rapuh  Meski dihantam kepekatan yang kian menyiksa  Menengadah pasrah dalam hidup yang entah walau bagaimanapun, bersabarlah!. " Overthingking " Ada ...

Kumpulan Puisi Puisi Kesepian

  Puisi-puisi kesepian Hay readers... Puisi kali ini aku persembahkan untuk kamu yang lagi merasa kesepian , yah kamu yang kesepian karena belum mendapatkan pasangan atau bahkan sudah memiliki pasangan tapi tetap saja merasa kesepian. It's ok, silahkan baca saja Puisi-Puisi kesepiannya , besar harapannya semoga dapat menghibur kamu yang lagi galau, selamat membaca, eiitssss! sebelum itu author menyarankan kamu harus benar-benar menjiwai setiap katanya ya, agar chemistrynya dapat banget.    "Kesepian" Waktu datang menanyakan; Apakah kau kesepian? Aku diam, Menggenggam hati yang setengah retak,  Menunggu pecah   Di pojok kesepian, akulah pemantau keramaian. Menikmati lalu-lalang kehidupan, Yang kian hari semakin tak terelakan.   Bukan tak ingin menjadi bagian, Tapi mustahilkah jika kau yang datang  Sebagai seseorang bukan?   Jika mau, bertamulah ke dadaku! Telah kusiapkan menu asing bagi lidahmu, Secangkir harapan sebagai pembuka, Hidangan pokokny...

Puisi People Come and Go

 "People Come and Go"   Baru saja aku menjamu Tamu yang datang ke lubuk hati. Hendak kupersiapkan secangkir keseriusan  Dan sepotong kepastian. Namun kulihat, Ia pergi dengan menatap setetes keseriusan  Dan secuil kepastian lain di balik jendela Ada bentuk kehilangan yang tak bisa dipeluk oleh mata Dan hanya bisa ditangkap oleh air mata Adalah mereka yang pergi. Serta ada kedatangan yang merusak pintu, Hanya bisa dimaknai dengan segurat senyum Ialah mereka yang datang.   Mereka adalah pejalan. Dan aku adalah pemukim yang menetap Mereka adalah bahtera Dan aku adalah setanjung pelabuhan di tepi pantai  Padaku mereka tak berlabuh untuk tetap tinggal.    _Fafakhafifa

Puisi Memeluk Diri Sendiri

  "Memeluk Diri Sendiri Sambil Berharap Ada Yang Mau Mengerti"   Kelam meraja, aku tersesat        Tiada suara, aku kebingungan Tapakku tersandung, dan aku terjatuh   Aku ingin memahami, Memahami diri sendiri, Yang membuatku mengerti, Menjadi manusia sejati, Dan dirikulah yang menemani, Di saat aku sendiri. Diperkuat oleh pelukkan terhangat yang aku punya.   Kupeluk sunyi dengan ketegaran, Menghitung  tiap detik kelelahan. Ditemani mata  yang berbinar  Oleh gerimis yang berjatuhan di ruang sembab.   Sampai pada batas bahasa, Kutengok  ke belakang, Mengingat, yang sekiranya terlewat. Seseorang tolong!!! Dimanakah aku bisa menemukan rumah Yang Mampu mengerti segalanya hanya dengan tatapan mata.   @fafakhafifa   Yogyakarta, 03 Januari 2023

Puisi Pengkhianatan

  "Pengkhianatan" Jarum waktu berjalan lambat, Menunjuk satu detik penyesalanku. Mengalirkan bau busuk nanah dari sebuah kedustaan.  Tertampar oleh penyesalan Tertusuk oleh pengkhianatan.   Aku tak pernah takut Pada kehilangan, Namun kurisau Pada getirnya sebuah kebohongan.   Kebohongan akan melahirkan pengkhianatan   Dan pengkhianatan akan tetap menumbuhkan luka, Walaupun lahir dari sucinya cinta.   Meski sebenarnya Kau adalah karya indah yang diberikan oleh Tuhan, Kau yang membuat penaku dipenuhi kehangatan. Kembalilah dengannya Aku tak akan terluka Sebab bagiku Kaulah puisi pengkhianatan paling manis yang pernah aku buat.   Merenungku hampir gila Ingatku, Setengah sadar Semua kuputuskan dengan ego dulu.    @fafakhafifa   Yogyakarta, 03 Januari 2023

Puisi Akhir Tahun

 " Desember" Desember... Sisa tahun di penghujung kalender Sebelas bulan berkesudahan. Angka-angka berlari, Dari merangkum lirih  Hingga mendamaikan nyeri   Nusantara tanah yang dijanjikan  Di mana langitnya selalu Menulis status tentang aneka ragam hujan Sedangkan bumi kelabakan Mencari warna senja yang telah hilang karena hujan Desember datang dengan ragam harapan. Tak banyak harap, Bak baru menguap, Waktu ikut tersesap, Biar kuterlelap dalam dekap, Meski hanya sekejap, Harapan tetap nyala. Di mana pun engkau berada Luruskan wajahmu ke arah tenggelamnya matahari Pada penghujung tahun. @fafakhafifa   Yogyakarta, 31 Desember 2022

Kumpulan Puisi HTS

 "Hubungan Tanpa Status" Mari beranalogi "Aku adalah kapal di tengah laut, Yang terdiam tiada daya. Mempercayai diri pada ombak, Entah kan dibawa ke mana diri ini melaju, Yang ku tahu sekarang  Sedang bertahan hidup di dalam sebuah hubungan tanpa kejelasan".   Senyum atas luka Bahagia atas ketidakpastian, Saat hubungan  hanya sebatas angin Menyejukkan sesaat lalu hilang, Yang bersama tapi tak tau arah.   Semua bukan tentang siapa lagi Yang mampu bertahan Dalam sebuah pengharapan, Namun semua ini adalah  Tentang sebuah kejelasan. Apakah aku yang akan kau pilih untuk masa depan Atau kau buang perlahan,  Demi sebuah kenangan   Berikan aku kepastian Walau itu menyakitkan, Lebih baik tersakiti  sejak awal Dari pada harus menjalankan hubungan tanpa status yang jelas @fafakhafifa     " Teman Tapi Tak Jadian"   Akrab dengannya. Entah diriku dinilai sebagai apa Entah sekedar kenalan , Teman menyusahkan, Sahabat yang menggangu Ataukah be...

Puisi tentang Kuliah

  "Menunggu Kepastian Dosen"   Lelah raga ini menantimu Tapi hati tak mau berhenti Hati seakan terkurung dalam lelah  Letih dalam penantian Dan berharap dalam sepi Ada yang tetap bersabar  Meskipun tak mendapatkan kabar Tetap setia  Meskipun telah dianggap  tiada Tetap bertahan Walaupun tanpa kepastian Dan tetap menunggu  Sekalipun telah diacuhkan  Menunggu kepastian darimu  Itu yang membuatku tak sabar pak     "Wisuda"   Kuliah... Pernah begitu kucintai Saat kita tengah sibuk mencari jati diri, Ia pernah sangat aku rindukan Sebelum kita mengenal lambaian tangan di hari wisuda.   Oh wisuda... Kunantikan hari itu Dimana rasanya sedikit senang Banyaknya gundah Kalimat yang tengah berkecamuk dalam benak; "Kemana harus melangkah? Bagaimana haru memulai?" Apalah artinya dari kata " wisuda" , Yang dikenal baju maupun seragamnya mulus nan sempurna, Akankah sesempurna itu ketika cari kerja? Dandan berglamoran, Akankah seglamoran i...

Puisi Sindiran

 "Si Penjilat dan Bermuka Dua" Si hidung belang Mengubah wujud seperti bunglon Mengamuflase tetaplah kau Takkan mampu mengubah hatimu Bila sepotong janji Sebagai identitas diri. Lantas mengapa dusta merajai? Berkedok pemberi semua nasihat Mengapa mudah jadi penghianat? Jadilah terhormat Dengan tidak menjadi penjilat Dan tetaplah menjadi mulia Tanpa menghamba terhadap sesama Kau pun bermuka dua Didepan bak malaikat surga Dibelakang gibah tanpa jeda Menipu bagimu hal biasa Tapi bagiku kau luar biasa Manusia tak ada yang sempurna Hanya kau yang berbeda   "Tidak Selevel"   Melihat mentari tanpa imajinasi Dia yang sedang bermimpi di siang hari. Tentang "sudah patah" Tapi tak menyerah? Walaupun tumbuh tak utuh? Semangat tak runtuh Bodoh!!! Kukatakan kau bodoh Kalau bukan kamu yang diinginkan, Lepaskan yang memang bukan untukmu Lebih baik ku menegur salahmu, Dari pada berdebat denganmu. Agar kelak kau tak lagi jatuh pada kesalahan yang sama Perdebatan selalu data...

Puisi Bunga

  " Mawar" Mawar sekuntum, Pada tangkai yang berdenyut, Meremang kangen Dimusim kering. Wanginya mekar di hati. Mawar berduri, Tak duri, Maka tak mawar Dan durinya menancap tepat di dada, Biarpun berduri Tetap si kumbang berani mendekat Karena tulus dan sucinya cinta Ketika tersentu cinta Musim akan berubah, Daun yang jatuh kembali tumbuh Dan kau mekar mawar di antara ribuan kamboja Mawar Kalaupun dipetik Aromanya Enggan jauh Enggan pula jatuh Pada pesona yang menyejukkan kalbu Deminya akan kurendah dan kupatah dahan berdurinya. Harapannya  Suatu saat nanti Akulah pemetik kuntum indahmu warnai hariku   @fafakhafifa Yogyakarta, 23 Desember 2022

Puisi Requets

  "Uang"   Kita di jajahi  sebuah kertas Yang ragam warna dan angkanya Yaa itulah uang Yang katanya bukan segalahnya Seng penting bahagia. Namun yang di yakini tak kunjung benar, Yang di benarkan tak kunjung di pakai, Mau berputar atau beredar, Mau sekedar saja atau berdebar-debar, Sampai kau tiba pada sadar. Bahwa, uang adalah segalanya Walau uang tak bisa di bawah sampai alam akhirat, Namun tanpa uang hidup kita seakan terasa setengah sekarat. Kiat mencari uang, Kuat bertahan hidup, Giat meneruskan nyawa. Andai hidup tak melulu uang, Andai uang tak melulu makan, Andai makan tak diteriaki lambung, " Ah mungkin perutku damai tak mengait lapar". Andai Hanya andai Seringnya badai.   " Malam tanpa kabar"   Malam adalah jalan rindu Menuju galau tanpa lika-liku. Meski hujan kerap jatuh membasahi genteng Tetap bertahan dengan rasa tanpa raga Sebab kecemasan yang melanda. Apa kabar gundah? Sunyi yang pekat ini akan tinggal Hingga fajar beranjak, Lengah akan lelap...

Literasi Diri Sendiri

Hai, apa kabar diri sendiri? Hari ini segala sesuatu nggak berjalan baik ya? hemm, nggak apa-apa, kamu sudah mengupayakan yang terbaik. Kamu tetap hebat dan tetap pantas. Karena kamu berharga, ya kamu sudah berharga sejak terlahir ke dunia, sekarang dan sampai kapan pun  itu akan selalu begitu. Kamu berhak kok, merasa nggak baik-baik aja, sama seperti tertawa saat bahagia, kamu pun boleh menangis saat terluka, percaya deh "this too shall pass".  Kamu berhak istirahat kalau capek, kamu berhak menolak kalau memang nggak bisa, kamu juga berhak minta bantuan kalau memang nggak sanggup Nggak apa-apa kok, kalau sekarang kamu belum bisa punya pencapaian seperti orang-orang lainnya. Toh tiap orang punya timelinenya masing- masing, yok fokus sama proses kamu saja. Dan hidup ini terlalu singkat untuk selalu berusaha untuk memuaskan semua orang.  Kamu juga berhak bahagia, sama seperti seluruh manusia di dunia. Terima kasih ya karena sudah tetap bertahan dan masih mau melangkah sejau...