Posts

Showing posts from 2022

Puisi Akhir Tahun

 " Desember" Desember... Sisa tahun di penghujung kalender Sebelas bulan berkesudahan. Angka-angka berlari, Dari merangkum lirih  Hingga mendamaikan nyeri   Nusantara tanah yang dijanjikan  Di mana langitnya selalu Menulis status tentang aneka ragam hujan Sedangkan bumi kelabakan Mencari warna senja yang telah hilang karena hujan Desember datang dengan ragam harapan. Tak banyak harap, Bak baru menguap, Waktu ikut tersesap, Biar kuterlelap dalam dekap, Meski hanya sekejap, Harapan tetap nyala. Di mana pun engkau berada Luruskan wajahmu ke arah tenggelamnya matahari Pada penghujung tahun. @fafakhafifa   Yogyakarta, 31 Desember 2022

Kumpulan Puisi HTS

 "Hubungan Tanpa Status" Mari beranalogi "Aku adalah kapal di tengah laut, Yang terdiam tiada daya. Mempercayai diri pada ombak, Entah kan dibawa ke mana diri ini melaju, Yang ku tahu sekarang  Sedang bertahan hidup di dalam sebuah hubungan tanpa kejelasan".   Senyum atas luka Bahagia atas ketidakpastian, Saat hubungan  hanya sebatas angin Menyejukkan sesaat lalu hilang, Yang bersama tapi tak tau arah.   Semua bukan tentang siapa lagi Yang mampu bertahan Dalam sebuah pengharapan, Namun semua ini adalah  Tentang sebuah kejelasan. Apakah aku yang akan kau pilih untuk masa depan Atau kau buang perlahan,  Demi sebuah kenangan   Berikan aku kepastian Walau itu menyakitkan, Lebih baik tersakiti  sejak awal Dari pada harus menjalankan hubungan tanpa status yang jelas @fafakhafifa     " Teman Tapi Tak Jadian"   Akrab dengannya. Entah diriku dinilai sebagai apa Entah sekedar kenalan , Teman menyusahkan, Sahabat yang menggangu Ataukah be...

Puisi tentang Kuliah

  "Menunggu Kepastian Dosen"   Lelah raga ini menantimu Tapi hati tak mau berhenti Hati seakan terkurung dalam lelah  Letih dalam penantian Dan berharap dalam sepi Ada yang tetap bersabar  Meskipun tak mendapatkan kabar Tetap setia  Meskipun telah dianggap  tiada Tetap bertahan Walaupun tanpa kepastian Dan tetap menunggu  Sekalipun telah diacuhkan  Menunggu kepastian darimu  Itu yang membuatku tak sabar pak     "Wisuda"   Kuliah... Pernah begitu kucintai Saat kita tengah sibuk mencari jati diri, Ia pernah sangat aku rindukan Sebelum kita mengenal lambaian tangan di hari wisuda.   Oh wisuda... Kunantikan hari itu Dimana rasanya sedikit senang Banyaknya gundah Kalimat yang tengah berkecamuk dalam benak; "Kemana harus melangkah? Bagaimana haru memulai?" Apalah artinya dari kata " wisuda" , Yang dikenal baju maupun seragamnya mulus nan sempurna, Akankah sesempurna itu ketika cari kerja? Dandan berglamoran, Akankah seglamoran i...

Puisi Sindiran

 "Si Penjilat dan Bermuka Dua" Si hidung belang Mengubah wujud seperti bunglon Mengamuflase tetaplah kau Takkan mampu mengubah hatimu Bila sepotong janji Sebagai identitas diri. Lantas mengapa dusta merajai? Berkedok pemberi semua nasihat Mengapa mudah jadi penghianat? Jadilah terhormat Dengan tidak menjadi penjilat Dan tetaplah menjadi mulia Tanpa menghamba terhadap sesama Kau pun bermuka dua Didepan bak malaikat surga Dibelakang gibah tanpa jeda Menipu bagimu hal biasa Tapi bagiku kau luar biasa Manusia tak ada yang sempurna Hanya kau yang berbeda   "Tidak Selevel"   Melihat mentari tanpa imajinasi Dia yang sedang bermimpi di siang hari. Tentang "sudah patah" Tapi tak menyerah? Walaupun tumbuh tak utuh? Semangat tak runtuh Bodoh!!! Kukatakan kau bodoh Kalau bukan kamu yang diinginkan, Lepaskan yang memang bukan untukmu Lebih baik ku menegur salahmu, Dari pada berdebat denganmu. Agar kelak kau tak lagi jatuh pada kesalahan yang sama Perdebatan selalu data...

Puisi Bunga

  " Mawar" Mawar sekuntum, Pada tangkai yang berdenyut, Meremang kangen Dimusim kering. Wanginya mekar di hati. Mawar berduri, Tak duri, Maka tak mawar Dan durinya menancap tepat di dada, Biarpun berduri Tetap si kumbang berani mendekat Karena tulus dan sucinya cinta Ketika tersentu cinta Musim akan berubah, Daun yang jatuh kembali tumbuh Dan kau mekar mawar di antara ribuan kamboja Mawar Kalaupun dipetik Aromanya Enggan jauh Enggan pula jatuh Pada pesona yang menyejukkan kalbu Deminya akan kurendah dan kupatah dahan berdurinya. Harapannya  Suatu saat nanti Akulah pemetik kuntum indahmu warnai hariku   @fafakhafifa Yogyakarta, 23 Desember 2022

Puisi Requets

  "Uang"   Kita di jajahi  sebuah kertas Yang ragam warna dan angkanya Yaa itulah uang Yang katanya bukan segalahnya Seng penting bahagia. Namun yang di yakini tak kunjung benar, Yang di benarkan tak kunjung di pakai, Mau berputar atau beredar, Mau sekedar saja atau berdebar-debar, Sampai kau tiba pada sadar. Bahwa, uang adalah segalanya Walau uang tak bisa di bawah sampai alam akhirat, Namun tanpa uang hidup kita seakan terasa setengah sekarat. Kiat mencari uang, Kuat bertahan hidup, Giat meneruskan nyawa. Andai hidup tak melulu uang, Andai uang tak melulu makan, Andai makan tak diteriaki lambung, " Ah mungkin perutku damai tak mengait lapar". Andai Hanya andai Seringnya badai.   " Malam tanpa kabar"   Malam adalah jalan rindu Menuju galau tanpa lika-liku. Meski hujan kerap jatuh membasahi genteng Tetap bertahan dengan rasa tanpa raga Sebab kecemasan yang melanda. Apa kabar gundah? Sunyi yang pekat ini akan tinggal Hingga fajar beranjak, Lengah akan lelap...

Literasi Diri Sendiri

Hai, apa kabar diri sendiri? Hari ini segala sesuatu nggak berjalan baik ya? hemm, nggak apa-apa, kamu sudah mengupayakan yang terbaik. Kamu tetap hebat dan tetap pantas. Karena kamu berharga, ya kamu sudah berharga sejak terlahir ke dunia, sekarang dan sampai kapan pun  itu akan selalu begitu. Kamu berhak kok, merasa nggak baik-baik aja, sama seperti tertawa saat bahagia, kamu pun boleh menangis saat terluka, percaya deh "this too shall pass".  Kamu berhak istirahat kalau capek, kamu berhak menolak kalau memang nggak bisa, kamu juga berhak minta bantuan kalau memang nggak sanggup Nggak apa-apa kok, kalau sekarang kamu belum bisa punya pencapaian seperti orang-orang lainnya. Toh tiap orang punya timelinenya masing- masing, yok fokus sama proses kamu saja. Dan hidup ini terlalu singkat untuk selalu berusaha untuk memuaskan semua orang.  Kamu juga berhak bahagia, sama seperti seluruh manusia di dunia. Terima kasih ya karena sudah tetap bertahan dan masih mau melangkah sejau...

Puisi Request 4

  "Kasmaran"   Mungkin aku dungu dan keras hati Kukira hanya menyukaimu Ternyata aku jatuh cinta Di garis kehidupan ini  Aku tidak menyerah tetapi berserah berharap keajaiban  Dimana jatuh cinta dan tak akan pergi lagi seperti yang berkesudahan  Dan padamu akau jatuh hati berkali-kali Dengan rasa teraneh kualami Beberapa hal kutemui pada dirimu itu aku suka Beberapa hal kumaklumi ketika tau kekuranganmu Aku malah semakin percaya Akhhh Apa-apaan ini? Setengah mati aku mengendalikan diri Saat separuh hidupku tiba-tiba dalam dayamu Kala malam tiba  Kemana perginya kantuk? Hanya dahaga pada rindu dan rakus pada temu Kasmaran bahkan tak kenal lelah Entalah mencintai dalam kasmaran selalu tampak sederhana   Masih terasa manis sisa bincang semalaman  Penuh canda dan cinta  Untaian pujian menghiasi hantaran kasih  Kasmaran yang ditemani sang bintang

Puisi Sayang Diri Sendiri

 "Thanks for Self"   Langkahku begitu berat, Pandanganku terasa kabur, Nafasku sesak. Jiwaku begitu keruh oleh imaji dan realita, Hidup seakan hanya, Membelokkan angan meluruskkan kenyataan, Meniadakan keinginan memunculkan kesedihan. Akhhhh aku kalah... Aku kalah dari peperangan melawan diri sendiri. Rencana rencana yang disusun kini seakan menjadi ranjau yang mudah sekali terpicu meledak lalu menghancurkan mental. Ini gila. Kewarasanku harus kujaga, agar aku tidak mudah terombang ambing oleh gelombangnya realita yang fana.   Sekali lagi kumensugesti diri untuk terus semangat,  Dan yakinkan badai akan segera berlalu. Semangat dan terima kasih untuk diri ini karena terus saja berusaha yang terbaik.  Kalimantan, 08 Oktober 2022 @fafakhafifa  

Sebatas Kisah yang di Rencanakan_Puisi

Tuan... Kau tahu? Apa yang lebih berat dari rindu?. Menunggu. Entah sampai kapan aku terus menunggu tanpa ada kepastian.   Di antara kita terselip Sekumpulan kisah yang hanya di rencanakan. Kau mensketsakan masa depan bersamaku,  Begitu indah...  Namun, kapan? Kapan direalisasikan? Akhhh, tanya kapan realisasi itu terlalu cepat. Harusnya yang ditanyakan dulu; Kenapa tidak saja merajut status? Bukankah sketsa itu bisa diwarnai dengan status yang jelas?  Apa iya kamu hanya menunggu waktunya?. Tuan... Kita tidak menunggu waktu, Tapi waktu yang menunggu kita. Mungkin maknanya kesan memaksa.  Bukan. Aku tidak memaksa, Aku hanya tidak mengerti alurnya yang berkeliaraan, Menjelajahi waktu, demi mencari sebuah jawaban Yang menghantui dalam mimpi dan tidur Menghambatkan untuk bergerak. Apakah aku harus maju tanpa arah? Ataukah mundur teratur?. Kalimantan, 08 Oktober 2022 @fafakhafifa

Literasi Nikmati Prosesnya Bukan Protesnya

     Terkadang proses memang tidak sesuai dengan rencana dan ketepatan waktu pun juga kadang meleset. Fokus dan semangat seakan pudar, pencapaianpun kadang tidak memenuhi harapan. Mau salahkan siapa? diri sendiri? mereka atau dia? Tentu tidak.      Nikmatilah semua prosesnya, mungkin Tuhan berencana mengajarkan kita untuk mengambil hikmah dan pelajaran di balik proses itu, bukan hanya sekedar menikmati hasilnya. Ada nilai-nilai lain yang kita dapatkan dan ada hikmah-hikmah lain yang bisa kita petik untuk di kehidupan selanjutnya. Jangan mengeluh atau putus asa, melihat orang lain sampai di titik yang di inginkan oleh semua orang. Kamu tidak tahu di balik suksesnya, proses mereka seperti apa? Jangan pernah membandingkan pencapaian, kehidupan atau diri kita dengan orang lain, karena itu pertanda kamu kufur terhadap dirimu sendiri hingga kufur dengan Tuhanmu. Gunakanlah pendengaranmu untuk mendengar bagaimana proses mereka sampai ke titik yang di inginkan, jan...

Puisi_Tahan - Sesak - Meledak

Hari ini aku tertawa Seolah duniaku sedang baik-baik saja Sampai pada akhirnya aku pulang Mendapati diri dalam kebingungan, kesedihan dan tidak mengerti dengan apa yang sedang dijalani Adakah yang lebih rapuh dari hati? Yang pandai berdusta di balik senyum penghias bibir Berpura-pura saat gemuruh yang tak tahan menahan. Penat menjadikan sesak nafasku Dan membuatku membungkam. Kebungkamanku adalah tumpukan kesabaran yang tertahan Dan terus berjejalan memenuhi isi kepala dan dada Ingin melisankan untuk melepas sesak Tapi kelu menjadikanku membatu, Di ujung yang berbeda Tiap kali kudengar jantungku sendiri menjerit tidak teratur kacaulah keseimbanganku, Yang biasanya mudah aku tega, menjadi tidak tahan pada bayang merana, Kewarasanku seakan sudah sirna dan logika telah terdisipasi hingga tak berbentuk logika. Sungguh aku punya batas kesabaran Aku bisa jatuh dan tak berdaya kapanpun Aku butuh dunia sendiri Untuk melepaskan sesaknya Akhhhhhh Ingin ku melebur Bergulat dalam emosi dan nafsu M...

Puisi Risau

Aku pernah bermimpi  Hingga aku lupa cara bangun Pernah sibuk Hingga lupa cara tidur   Aku juga pernah bahagia Tapi aku lupa cara bersyukur Aku pernah menderita Dan aku lupa cara bersabar   Sampai akhirnya aku pernah terluka Dan aku baru sadar tentang cara keduannya; bersyukur dan bersabar Luka yang didapat mungkin tak seberapa Namun mampu mengingatkan pada keselahan dan dosa Itu semua keserakahanku Dan pada akhirnya, kita sudah digariskan oleh Tuhan Merasa risau pertanda kamu kufur pada Tuhanmu  

Literasi Drama Kehidupan

     Masa semester tua adalah masa yang sangat mengguncangkan. Bukan karena lelah fisiknya, tapi karena lelah batin dan mentalnya yang jatuh bangun.       Selalu ada waktunya:     _ Memikirkan mahluk yang diciptakan tuhan berupa laki-laki, yang selalu tidak mau mengerti, dan mahluk yang datang bersinggah hanya sementara waktu yang  mana seperti jelangkung, datang tanpa di undang dan pergi tanpa pamit.     _ Memikirkan tugas akhir, dibuat pusing dan lelah oleh dosen pembimbing.     _Memikirkan setelah lulus, kemana harus melangkah?     _Bagaimana harus mendapatkan apa yang diinginkan?     Ingin  memilih berdiam diri  menikmati hidup dan menunggu jalan yang diberikan Tuhan, Itu sangat tidak memungkinkan. Ada banyak utang dan tuntutan di belakang.       Kala malam kian melarut, pikiran semakin boros mengalir,  Detak jarum jam dan jantung sal...

Kumpulan Puisi Tentang Rumah

"Rumah"   Rumah adalah  Tempat ternyaman Dikala kamu lelah dan letih, Tempat ternyaman  Tuk kamu meneduh segala asa dan pengorbanan, Tempat berkeluh kesah, Karena kesedihan yang dibagi akan kurang Dan kesenangan dibagi akan berlipat, Berbagilah sebanyak yang kamu bisa di dalam rumah itu. Dan rumah adalah Gerbang yang mengantar rindu pulang  Kepada ingatan Kepada apa-apa yang dilahirkan jarak dan perpisahan, Jika jarak begitu tersiksa Dan kesendirian adalah derita Maka pulanglah pada rumah Pada tanah lapang di persimpangan Ada rumah rindu dengan kehangatan  Yang menanti jiwamu pulang.     "Rindu Rumah"   Mata lelah terjaga, Dari rasa yang yang tak bisa diungkap. Menatap langit langit kamar kosan, Tanpa mengerti, Namun sedikit gelisah, Hingga kujumpa angan  Tenggelam di antara rindu.   Dan,,,ya Aku rindu bangunan itu, Bangunan yang di sebut rumah, Ada kehangatan di dalamnya, Dan kenangan-kenangan yang tak mampu terlupakan dalam rumah itu. ...

Agustus_Puisi

Rupanya Agustus masih menggantung dimatamu, Bahkan kau rangkai menjadi simpul mati. Bagaimana dengan September? Sementara, rindu di bulan Agustus belum terjeda. Akankah berlanjut di September?  Rasanya Agustus terasa berjalan terlalu tergesa? September segara datang menyapa.   Tuan... Agustus yang kau utus akan pergi dengan rindu yang telah pupus September yang kau nanti akan hadir dengan cinta yang tak akan mati Lalu bulan-bulan nostalgia setelahnya akan hadirkan bahagia Yang tak hanya sebatas utopia semata Karena aku tak ingin menjadi sejarah bagimu Yang hanya kan kau kenang Di saat angin di bulan September datang Kuingin ada di setiap helaan waktumu Kuingin hadir disetiap derai tawa dan urai tangismu Dengan senyum yang sumringan Rasa syukur merambah jiwa,  Mari berjalan bersama tanpa lelah    Kalimantan, 31 Agustus 2022  @fafakhafifa

Literasi~"Persinggahan yang ada hikmahnya"

Dalam perjalanan hidup, akan selalu ada orang yang datang dan pergi. Akan selalu ada orang-orang yang menjadi penolong, dan ada pula orang-orang  yang akan menjadi penghalang. Ada yang tinggal untuk waktu yang lama, ada pula yang hanya singgah sementara waktu. Mereka semua dapat pergi dengan alasanya masing-masing. Dan nyatanya, memang benar TIDAK ADA yang AKAN SELAMANYA BERSAMA kita. Tapi apapun itu jangan jadikan itu semua membuatmu sedih untuk waktu yang lama. Bersyukurlah untuk pertemuan kalian, bersyukur karena dia sempat mampir dan  membuat kamu bahagia. Ketika orang itu akhirnya harus pergi, kamu bukan telah membuang-buang waktumu sewaktu masih sama dia. Akan selalu ada alasan untuk kehadirannya. Dan setiap alasan pasti selalu mengajarkan sesuatu, yaa mungkin setidaknya kita semakin mengenal diri sendiri   Tidak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup ini. Semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Seringkali kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang tepat di...

Kumpulan Puisi Tentang Rindu

  " Rindu" Aku hanyalah seuntaian  kata yang tak mampu terucap, Syair indah sudah mati di telan pilu, Bila dirimu yang kudoakan menemani, Tapi tak jua mengamini. Dalam sepi aku terpaku, Menunggu waktu berlalu, Menghipnotis diri, menyulam rindu. Aku menaungi rindu dengan potretmu, Dan doa-doa mengadu menurunkan rintik asa untuk dipertemukan lagi.   Aku hanya pemimpi yang resah dan gelisah, Ketika mimpi untuk bertemu menjerat jiwa menutup asa. Kumimpikan untuk bertemu walau kadang menanti itu jenuh.   Rasakanlah resahku, Yang baik-baik merindukanmu, Tapi ketidakberdayaan dan waktu bersekongkol menzalimi aku.   Rindu ini adalah jeda, Saat dimana kita tak saling jumpa, Saat kesetiaan mulai diuji, Bersama godaan yang datang menyapa, Mencoba runtuhkan ketegangan hati, Walau terkadang hadir rasa ingin mendua, Masih kucoba tuk setia, Dalam setiap doa kuselipkan sebuah nama, Kuukir sebuah harapan.   Masa itu akan datang, Dimana tak ada lagi penghalang, Tak ada lagi ...